Jullie Hakim – Perkenalkan Kekayaan Rasa Indonesia Lewat Bhumi Rasa

Jullie Hakim (Founder & Owner Bhumi Rasa)

 

Memanfaatkan riset dan teknologi, Jullie Hakim bersama tim mengolah bahan pangan lokal dan resep kuno untuk menjadi unggulan. Dalam setiap langkah yang diambil, Bhumi Rasa yang didirikannya memiliki visi menjadi yang terdepan dalam olahan pangan artisan dan mengembalikan kebanggaan produk 100% lokal tanah Indonesia.

Bagaimanakah terbentuknya Bhumi Rasa?
Sebagai istri seorang peneliti yang mengabdi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saya dekat dengan bidang tersebut. Selama belasan tahun mendampingi suami, saya sering bertemu dengan para peneliti dan melihat banyak sekali hasil penelitian.

Tetapi tampaknya mereka belum menemukan muara bagaimana mengomersialkan hasil-hasil tersebut. Itulah yang menantang saya. Suatu ketika, para peneliti di LIPI membuat ragi yang dipakai pengrajin tempe. Jika biasanya produsen menggunakan kedelai impor, saya mencoba ragi tempe itu menggunakan kedelai lokal ternyata berhasil. Hal itu juga diterapkan pada penelitian lainnya. Jadi, kami berupaya meningkatkan hasil-hasil pertanian yang tidak bisa diserahkan kepada petani supaya ada added value-nya. Bhumi Rasa berdiri atas ide-ide itu. Dari sana, kami sedikit demi sedikit menambah ragam variasi produk.

Apa saja yang diproduksi?
Saat ini kami berfokus pada kecap, cuka, dan produk berbahan minyak kelapa. Ada pula snack gluten free. Untuk kecap, kami mencoba memakai tiga jenis kacang koro dari daerah Jawa Tengah yang difermentasi selama enam bulan. Saat ingin diproduksi, ternyata kacang koro ini tidak panen lagi.

Baca selengkapnya di majalah cetak atau digital Women’s Obsession Edisi Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here