Veronica Frasisca Brand Executive Fine Food & Beverage Diamond Group │Kenalkan Olahan Fine Food

Memulai kariernya di Diamond Grup sejak usia muda, Veronica Frasisca memacu diri untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Sambil mengenalkan brand fine food yang ada di bawah kepemimpinannya, dia juga berencana melanjutkan pendidikan dengan menempuh jalur S2 dalam waktu dekat. Wanita muda yang akrab disapa Sisca ini menjadikan keluarga sebagai support systemnya. Mengapresiasi segala keputusan yang dibuat, dukungan terus mengalir untuk kemajuan kariernya sebagai brand executive fine food & beverage.

Seperti apa kisah pekerjaan Anda selama ini?

Awalnya saya cukup struggling di sini, karena background pendidikan dan pengalaman kerja saya berbeda dengan pekerjaan saat ini. Saya ingat suatu momen di hari ketiga bekerja di Diamond Group, saya langsung dikirim ke Surabaya untuk turut serta dalam suatu event dan berinteraksi langsung dengan konsumen.

Pada saat itu saya benar-benar mengalami kendala, karena belum mengetahui dengan mendalam tentang product knowledge. Kedua, saya juga masih belum memahami sepenuhnya perusahaan ini.

Jadi, saat harus approach ke konsumen atau sebaliknya, saya bingung harus menyampaikan apa. Sekembali dari sana, kejadian tersebut sangat memacu diri bahwa saya harus belajar dengan cepat. Jika sebelumnya saya kerap datang paling pagi dan pulang larut malam itu sudah jadi kebiasaan.

Seiring waktu, berkat bantuan teman-teman, saya pun mulai mengerti flow di sini. Saya mulai bisa menormalkan jam kerja. Di samping itu, Diamond juga memberi kesempatan mengetahui tentang product knowledge langsung dari principal. Contohnya Airborne, saya belajar langsung dari orang New Zealand dan itu sangat membantu saya untuk memahami baik dari madu maupun dari brand Airborne itu sendiri.

Dalam mengemban amanah ini tentu menemui bermacam tantangan. Bagaimana cara anda menjalaninya?

Bekerja di fine food and beverage division barang yang saya handle itu barang premium, hanya diketahui oleh hanya segelintir orang merupakan sebuah tantangan menarik. Tugas saya di sini adalah untuk meningkatkan brand awarness. Cara yang saya lakukan antara lain mencoba mengikutsertakan product dry seperti snack bar dan minuman dalam event yang cukup terkenal, seperti lomba maraton.

Juga event-event yang saya bisa approach langsung ke konsumen untuk mengedukasi mereka tentang produk kami. Karena yang terpenting adalah bagaimana caranya saya meyakinkan orang lain bahwa produk ini relatif mahal, karena ada benefit atau unique selling point produk.

Di antara brand produk premium yang dikelola, salah satunya adalah madu premium Airborne. apakah keunggulannya?

Produk madu Airborne asalnya dari New Zealand dan merupakan salah brand madu tertua yang ditemukan pada tahun 1910. Semua madu yang diproduksi oleh Airborne mengikuti standar internasional untuk madu. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya tiga elemen penting di setiap jar Airborne.

Semua madu yang diproduksi adalah asli New Zealand Honey. Kecanggihan lain adalah madu-madu produksi Airborne bisa dilacak dengan teknologi qr-code yang terdapat di sudut bawah kemasan untuk mendapatkan semua informasi tentang madu tersebut. Bahkan di mana lokasi tersebut didapatkan. Teknologi ini mulai diberlakukan sejak tahun 2014 silam.

Bagaimana anda mengembangkan diri as a team player?

Bekerja sebagai brand executive di Diamond Group, dengan beban kerja yang tinggi, menjadi tantangan bagi saya. Sebab, saya juga mengemban tanggung jawab untuk mengadakan suatu event. Saya meyakini komunikasi yang baik dapat menghasilkan event yang sukses.

Diamond Group cukup besar, tidak jarang untuk mengadakan satu event saya harus berinteraksi dengan banyak orang di berbagai divisi. Di situlah saya belajar berkomunikasi dengan orang lain, agar dapat meyakinkan mereka dengan tujuan yang sama, yaitu tercapainya kesuksesan suatu event.

Menjadi pemimpin di usia muda, langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk terus mengupgrade kemampuan diri?

Belajar. Saya percaya belajar itu tidak hanya dari pendidikan formal. Tapi juga dari hal lain. Contohnya dari berbagai pengalaman mengatasi hambatan, maupun dari proses strategis dari sejak awal hingga tahap akhir. Seperti strategy planning, eksekusi, hingga maintaining. Menurut saya pemimpin yang baik adalah yang tahu bagaimana cara menjalankan tanggung jawabnya dan pekerjaan anak buahnya dari tahap awal hingga akhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here