Wanita Hebat | Melani Leimena Suharli Anggota Komisi VI DPR RI

Meneruskan Cita-Cita Raden Ajeng Kartini

Meskipun, komisi VI memayungi bidang perekonomian dan perindustrian, dia  mencermati perempuan Indonesia masih belum sepenuhnya mampu menyuarakan pendapat dan keinginan.

Perempuan bernama lengkap Melani Leimena Suharli ini mengungkapkan perjuangan Raden Ajeng Kartini belum terwujud sepenuhnya di era modern masa kini. Sebagai perempuan yang berkarya di luar ranah domestik, khususnya berkarier di politik, dia mendukung penuh perjuangan Kartini.

“Emansipasi wanita yang telah digerakkan oleh R.A. Kartini harus terus didengungkan dan tidak boleh berhenti. Dengan gerakan tersebut, perempuan akan menemukan jati diri dan perannya dalam menjalani kehidupan yang semakin menantang dan kompleks,” tegas perempuan kelahiran 27 Januari 1951 ini.

Sebagai wakil rakyat, Melani berjuang bersama Puskapol UI dan organisasi-organisasi lainnya memberlakukan kuota 30% perempuan masuk di legislatif sesuai dengan Undang Undang Pemilu Legislatif No.8 tahun 2012. Di bidang pendidikan, dia berupaya melakukan pemerataan pendidikan untuk perempuan-perempuan di daerah pelosok.

“Saya yakin ketika ibu-ibu berlatar pendidikan yang kuat, maka terbentuklah generasi-generasi muda yang cemerlang. Ibu adalah pendidik utama bagi keluarganya,” sambungnya. Beberapa kali dia juga memberikan beasiswa terutama untuk anak perempuan yang cerdas.

Di bidang ekonomi, sebagai pelaku bisnis yang juga masih aktif di Kadin, dia mencermati keunggulan perempuan Indonesia dalam berbisnis. Dia menambahkan, “Yang sangat membanggakan adalah data Kementerian Perindustrian, dari total jumlah pelaku industri di Indonesia 95% adalah pelaku Industri Kecil menengah (IKM). Dari 95% pelaku IKM tersebut 65% penggerak industrinya adalah perempuan. Mereka mempunyai semangat untuk menyejahterakan keluarga dan berpeluang lebih besar dalam membantu roda perekonomian bangsa.”

Meskipun, komisi VI memayungi bidang perekonomian dan perindustrian, Melani mencermati perempuan Indonesia masih belum sepenuhnya mampu menyuarakan pendapat dan keinginan.

Salah satu indikator yang dikhawatirkannya adalah  data International Organitation for Migration (IOM) sejak Maret 2005 hingga Desember 2014 dari 6651 jumlah perdagangan manusia, 74% adalah perempuan dewasa sebanyak 4888 orang.

“Berdasarkan data yang saya sebutkan di atas, saya semakin yakin dan mengajak para perempuan untuk menduduki jabatan tertinggi atau pemangku kekuasaan. Ini merupakan salah satu cara untuk membantu kaum hawa dengan menelurkan kebijakan-kebijakan yang pro-perempuan,” tandasnya. Silvy Riana Putri | Dok pribadi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi April 2016

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here