Women’s Obsession Awards 2019 – Best Ministers

0
3

Yohana Yembise

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

Sederet penghargaan atas prestasinya selama
menjadi tenaga pengajar mengantarkannya
mengemban tugas penting sebagai penentu kebijakan
utama untuk melindungi hak perempuan dan anak di
Negara Indonesia.

Yohana Susana Yembise, mutiara dari Timur ini adalah perempuan pertama Papua yang kini menjabat sebagai
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Meski namanya jarang
terdengar di hadapan publik. Namun, kinerjanya dalam memerangi kejahatan terhadap perempuan dan anak patut diacungi jempol. Di tengah keterbatasan dana pemerintah, Yohana tetap fokus menjalankan tugasnya sesuai dengan rencana kerja. Dari satu daerah ke
daerah lain dia aktif mengkampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Tak dipungkiri angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia memang masih tinggi. Untuk bisa mengurangi persoalan ini tentu saja tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Namun juga seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah melalui KPPPA juga tanpa henti melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Selain membantu melakukan upaya penindakan hukum, program pemberdayaan perempuan juga terus dilakukan. Yohana percaya pemberdayaan perempuan dari segi pendidikan dan kreativitas adalah cara efektif mengurangi kekerasan terhadap para kaum Hawa ini.

Secara garis besar setidaknya ada program utama yang dicanangkan KPPPA di bawah kepemimpinannya. Tiga program itu disebut Three Ends yang berarti End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak), End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia), dan End Barriers To Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi terhadap perempuan). Tiga program ini kemudian diturunkan lagi menjadi sejumlah program yang riil di masyarakat. Misalnya, program Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Data 2018, saat ini sudah ada 386 kabupaten/kota yang melaksanakan KLA. Adapun target 2019 bisa mencapai 514 kabupaten/kota.

(Albar)

Untuk selengkapnya dapat dibaca di majalah cetak maupun digital Women’s Obsession Edisi Maret 2019

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here