Sabila Aqlima Izazi: Merindu Kedamaian Negeri Sakura

Jepang adalah negara di Asia tepatnya di Asia Timur yang wajib didatangi dan selalu
merindu untuk dikunjungi kembali. Ketika diajak oleh orang tua pertama kali tahun
2016, karena ayah ada jadwal seminar di sana dan ibu ingin melihat Gunung Fuji, saya tidak terlalu berhasrat. Namun setibanya di negeri Sakura, saya langsung terhipnotis dengan suasananya.

Saya dan orang tua memutuskan untuk plesiran tanpa menggunakan jasa travel. Kami mengurus semuanya secara pribadi mulai dari izin visa, hotel, tiket atraksi, hingga shinkansen ticket (JR pass). Kurang lebih dalam satu bulan semua keperluan liburan
dirampungkan.

Untuk kota yang dikunjungi pun kami memilih Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Kota-kota tersebut kembali menjadi tujuan ketika saya dan teman-teman berkesempatan kembali
di bulan Ramadan kemarin. Kenapa di bulan Mei? Karena di bulan itulah promo tiket tersebut tersedia.

Sebenarnya kami ingin berangkat akhir Maret atau April, karena waktu terbaik untuk mengunjungi Jepang dengan pemandangan bunga sakura yang bermekaran hampir di seluruh kota.

Tujuh hari perjalanan, menurut saya kurang puas untuk mengeksplor Jepang. Sepertinya durasi waktu menjelajah idealnya adalah 10-14 hari. Mengingat rentang tempuh direct flight ke Jepang saja lamanya hampir delapan jam.

Berkaitan dengan bulan Ramadan, awalnya saya ragu setelah mengecek waktu berpuasa di sana mencapai 16 jam lamanya. Tetapi setelah dijalani ternyata baik-baik saja, bahkan tidak terasa berpuasa. Berkat cuaca di Jepang yang terbilang sejuk, meskipun sudah masuk musim panas.

Berjalan kaki lebih dari satu kilometer tak terasa, karena keindahan panorama yang memikat dan kenyamanan area pedestrian, walaupun sambil mendorong koper. Tantangan bepergian ke Jepang saat berpuasa adalah mencari santapan halal untuk berbuka dan sahur.

Hampir seluruh restoran di Jepang menyajikan hidangan mengandung daging babi. Alhamdulillah-nya, pribadi masyarakat Jepang sangat berjiwa penolong. Ketika saya menanyakan tempat atau jalan yang dituju, mereka tidak segan untuk mengantarkan. Naskah & Foto: Sabila Aqlima Izazi

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan Women’s Obsession edisi Juli 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here