Tebar Manfaat Bertelanjang Kaki

Jacqualine Elena, Pyopp Barefoot Footwear

Berangkat dari pengalaman sang anak yang memiliki flat feet saat usia 16 bulan, Jacqualine Elena akhirnya terdorong untuk membangun bisnis barefoot shoes untuk bayi. Selalu memiliki keingintahuan yang besar dan tidak berhenti belajar hal-hal baru, Elena dan suami bertekad untuk terus mengembangkan Pyopp dan Pyopp Fledge sebagai bisnis barefoot shoes, agar bisa berbagi manfaat lebih banyak lagi.

 

“Mendengarkan dan terbuka, mungkin terdengar klise. Tapi menjalankannya butuh komitmen dan konsistensi. Setiap ada masalah, kita selalu tanya dulu mengapa begini dan begitu. Mau tahu dari sisi mereka sebenarnya ada apa. Dengan demikian, teman-teman bisa lebih terbuka untuk bercerita atau bahkan memberikan kritik yang membangun terhadap perusahaan,” jawabnya saat ditanya seperti apa gaya kepemimpinan yang diterapkan.

 

 

Baca Juga:

Membawa Brand Lokal Ke Pasar Internasional

Berusaha Untuk Terus Berdayakan Sesama Perempuan

 

 

Apa yang mendorong Anda membangun bisnis Pyopp Barefoot Footwear?

Saya dan suami memulai bisnis alas kaki pada tahun 2016, namun saat itu Pyopp belum menjadi barefoot shoes. Kala itu, kami membuat bisnis ini hanya untuk wadah mengekspresikan diri. Hingga di akhir tahun yang sama, putri pertama kami, Alicia, yang saat itu berusia 16 bulan sudah mulai berjalan, tapi jalannya miring. Dokter mengatakan bahwa Alicia memiliki flat feet dan menganjurkan untuk menggunakan sepatu ortotik yang keras dan kaku untuk mengoreksi kakinya.

 

Setelah melakukan berbagai riset, pada Desember 2016, kami mengubah Pyopp menjadi barefoot shoes for babies, karena perlahan mulai bertumbuh, kami pun mulai membuat sepatu barefoot untuk toddler dan anak-anak juga. Selama empat tahun mendirikan Pyopp, kami belajar bahwa barefoot itu juga baik untuk kaki orang dewasa. Hingga kami bertemu dengan Andien Aisyah yang bercerita bahwa dia, suami, dan adiknya juga merupakan pengguna barefoot footwear dari brand global. Akhirnya, pada tahun 2021 kami mendirikan Pyopp Fledge.

 

 

Bagaimana pandangan Anda menghadapi pesaing dengan produk serupa?

Setiap brand punya keunikan sendiri. Itu sebabnya, terkadang orang memilih brand tertentu, karena ada soul and character dari brand tersebut yang cocok dengan dirinya. Sehingga, bagi kami, kompetisi itu sebenarnya bukan tentang membandingkan kami dengan orang lain, tapi lebih tentang menjadi sangat percaya terhadap diri sendiri dan memberikan yang terbaik bagi para pengguna produk kami.

 

Semua yang kami lakukan bertujuan agar para pengguna dapat menikmati bergerak aktif dengan hampir bertelanjang kaki dan agar dapat menemani kaki-kaki ini menapaki hidup mereka. Prinsip ini membuat kami sangat berhatihati dan tekun membuat produk terbaik, serta kualitas yang setara dengan global brands.

 

 

 

 

 

 

Tantangan yang sering dihadapi dalam membesarkan bisnis ini?

Dengan skala yang kecil, menggunakan material dengan kualitas baik, dan semua research dilakukan sendiri, karena barefoot masih sangat baru di Indonesia, sejujurnya harga produk Pyopp dan Pyopp Fledge harusnya lebih tinggi dari ini. Namun, kami berusaha untuk running the business dengan margin yang tidak terlalu tinggi, agar lebih banyak orang yang dapat menikmati kebaikan almost barefoot.

 

 

The next big thing untuk Pyopp Barefoot Footwear?

Kami mulai menjalin kerja sama dengan para expert kaki dunia. Salah satunya, The Foot Collective. Mereka adalah kumpulan praktisi dan medis yang berusaha meningkatkan kesehatan dan kekuatan kaki dengan cara natural, salah satunya adalah dengan menggunakan barefoot footwear dengan exercise kaki. Bersama mereka, semoga kami bisa menjalin komunitas almost barefoot dengan negara-negara lain dan menyebarkan kebaikan bertelanjang kaki kepada lebih banyak orang