Banyak yang beranggapan memelihara harimau terdengar jauh lebih menantang daripada merawat kucing. Namun bagi Alshad Ahmad, konten kreator yang dikenal luas sebagai pawang harimau, justru kucing bisa jauh lebih rumit.
Sekilas, kucing sering digambarkan sebagai hewan yang santai dan pemalas karena bisa tidur hingga 20 jam sehari. Tapi di balik sifatnya yang tampak sederhana, kebutuhan nutrisi dan perawatannya ternyata sangat kompleks. “Jika diperhatikan benar-benar, perilaku harimau sebenarnya hampir sama dengan kucing. Mereka menjilat kaki depannya, melompat dengan lincah, bermain dengan cakaran, bahkan ketika akan menerkam selalu bergerak perlahan dan sembunyi. Perbedaannya hanya pada tenaga mereka yang jauh lebih besar,” ujar Alshad.
Meski berbeda ukuran, kucing dan harimau sama-sama berasal dari keluarga Felidae. Kesamaan mereka bahkan mencapai 95 persen, termasuk kebutuhan dasarnya terhadap nutrisi. Tidak seperti manusia yang mengandalkan karbohidrat sebagai sumber energi, kucing maupun harimau justru membutuhkan protein dan lemak dalam jumlah lebih tinggi. “Sistem pencernaan kucing itu relatif pendek sehingga perlu formulasi makanan yang tepat agar nutrisinya dapat diserap secara maksimal sebelum dikeluarkan tubuh. Karena itu, kebutuhan mereka lebih banyak pada protein, bukan karbohidrat,” jelasnya.
Kebiasaan memberi nasi pada kucing peliharaan, menurut Alshad, masih sering terjadi di banyak rumah. Padahal kebiasaan ini bisa berakibat buruk untuk kesehatan mereka. Dari pengalamannya mengurus harimau yang membutuhkan puluhan kilogram daging segar setiap hari, ia menyadari pentingnya kecukupan protein hewani bagi hewan peliharaan. Pemahaman inilah yang kemudian mendorongnya meluncurkan Allen, merek makanan kucing yang diformulasikan bersama dokter hewan.
Makanan kucing kering Allen memiliki komposisi protein 32 persen dan lemak lebih dari 12 persen, ditambah vitamin dan mineral seperti Omega 3 & 6, Vitamin E, Vitamin D, Vitamin K, kalsium, hingga prebiotik. Tidak hanya fokus pada nutrisi, produk ini juga dilengkapi Yucca Schidigera yang membantu mengurangi bau kotoran kucing. “Bagi saya, nutrisi yang baik untuk kucing harus benar-benar diperhatikan. Sebagai pencinta binatang, saya tidak ingin membuat produk asal-asalan. Saya ingin pemilik kucing bisa memberikan yang terbaik untuk peliharaannya,” ucap Alshad.
Saat ini Allen sudah tersedia di beberapa pet shop di Bandung dan platform e-commerce, dengan dua varian: dry food rasa tuna dan ayam, serta wet food berbahan dasar tuna merah. Produk basahnya bahkan sudah mendapat sertifikasi Human Grade, artinya kualitas daging ikannya setara dengan bahan pangan manusia.
Bagi banyak ibu yang sehari-hari sibuk mengurus rumah, anak, sekaligus hewan peliharaan, memberi asupan yang tepat pada kucing sering menjadi tantangan tersendiri. Penjelasan Alshad ini bisa menjadi pengingat bahwa merawat kucing bukan sekadar memberi makan apa yang ada, melainkan juga memastikan keseimbangan nutrisi agar mereka tetap sehat dan aktif. Dengan begitu, kucing peliharaan bisa benar-benar menjadi teman yang menyenangkan di rumah. (Red)