GlamLocal Bandung: Gandeng Brand Lokal Jawab Selera Unik Pecinta Mode di Kota Kembang

Dari para pelaku usaha mode Bandung, GlamLocal hadir menjawab kebutuhan konsumen, sekaligus membangun ekosistem untuk industri tumbuh, berkembang, dan dikenali lebih luas.

Kota Bandung sejak lama dikenal sebagai salah satu kiblat fashion di tanah air. Hal tentunya tidak terlepas dari kreativitas sumber daya manusianya, yaitu para desainer dan brand lokal yang lahir dari kota ini. Setiap waktu, terus hadir tren baru, terutama di ranah modest wear dan streetwear. Faktor ini lantas mempengaruhi karakteristik pasar modenya yang berbeda dari kota besar lainnya. Dengan memahami karakter pasar ini, GlamLocal menjadi jembatan penting bagi brand lokal untuk menghadirkan produk yang tepat sasaran.

 

 

Menurut Koordinator GlamLocal, Rizky Azhar, pasar fashion Bandung memiliki ciri khas yang berbeda dengan Jabodetabek. Jika di ibu kota gaya formal dan warna netral lebih digemari, maka konsumen Bandung lebih ekspresif. Koleksi dengan detail embellishment, vest bordir dan payet, hingga cardigan warna-warni menjadi incaran. Hal ini mencerminkan tingginya minat konsumen Bandung terhadap tampilan yang segar, unik, dan penuh ekspresi.

 

“Karakteristik market Bandung lebih menyukai gaya kasual dengan permainan warna yang berani dan mix and match yang menarik. Berbeda dengan Jakarta yang cenderung memilih warna-warna netral dan tampilan lebih formal,” jelas perempuan yang akrab disapa Kiky itu, (27-8-2025).

Sebagai event bazar modest fashion lokal terbesar, kali ini GlamLocal mencoba menjawab hadir dan menjadi wadah bagi brand-brand lokal khususnya yang berbasis di Bandung untuk unjuk gigi. Bersamaan dengan momen Mid Year Sale dan Anniversary yang ke-2, GlamLocal hadir di Kota Kembang, tepatnya di Summarecon Bandung mulai 27–31 Agustus 2025. Pada kesempatan ini, lebih dari 90 brand fashion dan aksesoris, serta 16 tenant F&B berpartisipasi untuk memanjakan para pecinta fashion yang akan berbelanja.

 

“Total terdapat 90 brand fashion dan 16 tenant F&B, semuanya berasal dari Bandung dan menghadirkan produk-produk khas dengan kualitas unggulan. Ini bagian dari rangkaian ulang tahun GlamLocal, sekaligus momentum untuk menunjukkan bahwa brand lokal punya daya saing tinggi,” tambahnya. 

 

Para pengunjung bisa menjelajahi beragam brand modest fashion dan hijab populer, seperti Gamaleea, Dyalodya, Little Missmos, BWBYAZ, Haidee & Orlin, Lozy Hijab, WMD Hijab, Fimelo, Mayoutfit, Lishawl, Rurik, Odeca, Yeppu Outfit, dan Outfix. Tidak ketinggalan, brand tas dan sepatu lokal seperti Fassy Store, Nubuk Bags, Shop at Blow, dan Cekhas turut meramaikan bazar ini.

Tak ketinggalan, salah satu sorotan utama pun datang dari Nathelabel, brand hijab milik influencer Bandung yang sedang populer di TikTok. Kehadiran brand ini menunjukkan bagaimana kreativitas lokal mampu terhubung dengan tren digital dan memikat pasar Gen Z. Selain fashion untuk perempuan,  GlamLocal juga menampilkan koleksi untuk anak-anak dan pria. 

 

Agar belanja nyaman dan mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan, pihak GlamLocal berbagi tips. Menurut Kiky, pengunjung sebaiknya berkeliling terlebih dahulu karena beberapa booth menawarkan produk serupa, namun berbeda dari segi bahan dan kualitas. Selain berbelanja, pengunjung juga bisa menikmati aneka kuliner khas Bandung di area festival makanan.

Kali ini, GlamLocal sendiri menargetkan 50.000 pengunjung selama lima hari penyelenggaraan. Keberhasilan sebelumnya di PIM 3 Jakarta, yang mencatat transaksi hingga Rp16 miliar dalam lima hari, menjadi motivasi untuk terus memperkuat ekosistem fashion lokal.

 

Setelah Dua Tahun hadir di tengah industri mode, GlamLocal kini telah membangun komunitas lebih dari 400 brand dan lebih dari 6.000 jasa titip (jastip) aktif di seluruh Indonesia. Melalui kegiatan seperti workshop, pre-event networking, dan kolaborasi strategis, GlamLocal terus mendorong pertumbuhan ekosistem fashion lokal yang berkelanjutan.

 

“Harapan kami, GlamLocal bukan sekadar bazar, tapi juga menjadi wadah tumbuhnya ekosistem fashion lokal yang berkelanjutan. Insya Allah, ke depan kami akan hadir di kota-kota lain seperti Surabaya, Sumatra, dan Kalimantan,” pungkasnya.(Arfi | Dok. Istimewa)