Upaya besar untuk melindungi kesehatan perempuan kembali ditegaskan ketika Dewan Pengurus KORPRI Nasional resmi meluncurkan Program Vaksinasi Kanker Serviks bagi ASN dan keluarganya. Program ini diperkenalkan dalam Launching Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks di Grand Sahid Hotel, Jakarta, dan menjadi langkah konkret untuk memperkuat kualitas hidup perempuan Indonesia, khususnya mereka yang berada dalam lingkungan aparatur negara.
Ketua Umum DP KORPRI Nasional, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan bahwa kanker serviks masih menjadi “pembunuh senyap” yang mengancam perempuan di seluruh Indonesia. Data Kemenkes 2024 mencatat lebih dari 36 ribu kasus baru setiap tahun, dan sebagian besar ditemukan pada stadium lanjut.
“Penyakit ini bisa dicegah. Itulah mengapa kami ingin ASN perempuan dan keluarganya mendapatkan perlindungan terbaik melalui vaksinasi HPV,” ujarnya.

Program ini menargetkan tiga kelompok penting: ASN perempuan usia 18–45 tahun, istri ASN, serta anak perempuan ASN usia 9–15 tahun. Tahap awal dilaksanakan melalui proyek percontohan di delapan provinsi dan lingkungan BKN, sebelum diperluas secara nasional dengan target ambisius satu juta vaksinasi.
Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan kembali urgensi pencegahan dini. Menurutnya, 70 persen pasien kanker serviks datang ke fasilitas kesehatan pada stadium lanjut, membuat penanganan menjadi lebih berat dan peluang sembuh jauh menurun.
“Ini satu-satunya kanker yang benar-benar bisa dicegah dengan vaksin. Jika kita melindungi perempuan sejak dini, kita melindungi masa depan keluarga Indonesia,” tuturnya.
.jpeg)
Dukungan penuh juga datang dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Fauzi. Ia menyebut program vaksinasi ini sebagai langkah yang menyentuh langsung hak dasar perempuan untuk sehat. “Ketika perempuan terlindungi, keluarga terlindungi. Dan ketika keluarga kuat, negara pun akan berdiri lebih kokoh,” ujarnya.
Arifatul berharap program ini dapat diperluas lebih luas lagi, sehingga semakin banyak perempuan dan anak perempuan Indonesia yang mendapatkan akses perlindungan.
Melalui inisiatif ini, KORPRI menegaskan bahwa kesehatan perempuan bukan sekadar isu medis, melainkan fondasi kesejahteraan bangsa. Vaksinasi menjadi langkah pencegahan yang nyata, sederhana, dan berdampak jangka panjang. Sebuah investasi bagi keluarga ASN sekaligus masa depan Indonesia. (Gia | Foto Dok. Istimewa)




