Penyakit anus seperti wasir (hemoroid/ambeien) dan fistula ani merupakan gangguan di area anus yang dapat menimbulkan nyeri, perdarahan, serta menurunkan kualitas hidup penderitanya. “Dengan perkembangan teknologi bedah, kini tersedia metode minimal invasive yang lebih aman dan nyaman bagi pasien. Penanganan wasir dapat dilakukan melalui Laser Hemorrhoidoplasty (LHP), sedangkan fistula ani dapat ditangani menggunakan Fistula-tract Laser Closure (FiLaC),” ujar dokter Spesialis Bedah Umum RS Pondok Indah–Puri Indah, dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B.
Laser Hemorrhoidoplasty (LHP)
LHP merupakan tindakan operasi minimal invasive pada hemoroid internal maupun eksternal menggunakan laser diode untuk mereduksi jaringan hemoroid, tanpa menyentuh daerah anoderm dan merekonstruksi anatominya secara natural. Dia menambahkan, “Prosedur yang berlangsung sekitar paling lama satu jam ini dimulai dengan kondisi pasien terbius total dengan tambahan bius lokal di sekitar anus. Alat pemancar laser fiber kemudian dimasukkan ke dalam hemoroid untuk mengempiskannya. Tindakan laser selesai dilakukan ketika hemoroid sudah tereduksi sebanyak 40-60%.”
Pasien dapat beraktivitas normal dalam waktu kurang dari 1 minggu setelah tindakan LHP. “Karena pasien dapat mengalami sedikit pendarahan dan mengeluarkan cairan, penggunaan pembalut selama 2 hingga 3 minggu diwajibkan. Dalam 4 hingga 8 minggu, hemoroid akan mengecil dengan sempurna,” lanjut dr. Franky.

Laser Fistula-tract Laser Closure (FiLaC)
Sementara, pada FiLaC saluran abnormal dapat ditutup dari dalam dengan teknologi berbasis laser tanpa sayatan besar. “Probe laser radial tersebut dirancang untuk menghancurkan epitel fistula dan menutup saluran fistula yang tersisa, melalui efek fototermal secara bersamaan, serta penutupan orifisium fistula bagian dalam dan luar. Penutupan primer saluran fistula dilakukan menggunakan laser diode. Energi yang dihasilkan laser memicu penyusutan jaringan dan penutupan saluran fistula secara progresif,” papar dr. Franky menjelaskan.
Teknik FiLAC kemudian disempurnakan melalui Mainza Method (dikembangkan oleh dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B), yakni dengan memadukan penggunaan laser dan kateter isap (suction catheter). Tindakan ini memastikan saluran fistula benar-benar kering dan bersih dari cairan atau nanah selama tindakan berlangsung, sehingga energi laser dapat bekerja lebih maksimal dan membantu diameter saluran menyusut lebih cepat. Mainza Method menjadi solusi efektif untuk menutup kasus fistula kompleks yang memiliki banyak cabang atau yang sering kambuh, dengan tetap meminimalkan rasa nyeri dan risiko kerusakan otot sfingter bagi pasien.
Penting untuk diingat bahwa penanganan yang tepat dibutuhkan untuk mencegah komplikasi hemoroid dan fistula ani. Pemeriksaan rutin dan konsultasi ke dokter spesialis bedah umum sangat dianjurkan untuk penanganan yang optimal dan terhindar dari risiko yang lebih berbahaya. (ES | Foto: Dok. RS Pondok Indah)




