Bagi Anda pecinta kuliner Jepang yang mengutamakan jaminan halal, kini hadir destinasi baru yang wajib masuk dalam daftar kunjungan. Chikaranomoto Holdings, perusahaan induk dari jaringan ramen legendaris Ippudo, secara resmi meluncurkan Ramen Mania. Restoran ini hadir dengan konsep 100% no pork, no lard dan telah mengantongi sertifikasi halal resmi dari BPJPH untuk kenyamanan seluruh anggota keluarga.
Popularitas ramen di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Menurut Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (APKUN), jumlah restoran ramen meningkat sebesar 37% selama tahun 2023 hingga 2025. Di saat yang sama, permintaan terhadap produk halal di Indonesia diproyeksikan terus tumbuh dengan dengan sektor makanan dan minuman halal sebagai penyumbang terbesar, yaitu 73,2% dari total pertumbuhan industri halal nasional pada 2026.
CEO Chikaranomoto Holdings, Tomoyuki Yamane, menjelaskan bahwa kehadiran Ramen Mania merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat Indonesia sejak Ippudo pertama kali dibuka pada 2014. "Kami menyadari banyak orang di Indonesia yang ingin menikmati ramen, tapi tidak bisa datang ke Ippudo karena alasan halal. Ramen bukan hanya tentang Ippudo, dan Ippudo bukan hanya tentang ramen tonkotsu," ujar Yamane-san.
.jpg)
Filosofi utama yang dibawa adalah bahwa kelezatan atau oishii harus bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa batasan. Yamane menekankan pentingnya nama "Ramen Mania" sebagai wujud antusiasme mereka terhadap kualitas. "Pesan utama kami adalah bahwa ramen itu lezat. Kami adalah perusahaan ramen, itulah sebabnya kami memutuskan untuk mengatakan, 'mari kita gila tentang ramen', dan maka namanya Ramen Mania," tambahnya.
Managing Director Ramen Mania Indonesia, Amanda Sihombing , memaparkan bahwa menu yang disajikan telah disesuaikan dengan riset mendalam mengenai selera pasar lokal. Selain varian ramen signature seperti Zero, Kuro, dan Aka, tersedia juga pilihan unik seperti Shrimp Ramen dan Tomato Ramen.
"Kami meriset apa yang orang Indonesia suka. Jika mereka makan ramen, mi seperti apa yang mereka gemari? Itulah yang mendasari peluncuran menu-menu kami saat ini," jelas Amanda.
Satu hal yang membuat restoran ini cocok untuk keluarga adalah ragam menunya yang tidak terbatas pada mi saja. Memahami kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar menyantap nasi, tersedia pilihan Rice Bowl, Chicken Namban, hingga Mini Poke Bowl. Amanda menjelaskan, "Di pasar Indonesia, jika Anda tidak makan nasi, rasanya seperti belum makan, bukan? Jadi harus ada pilihan menu nasi."
Keamanan untuk dikonsumsi anak-anak juga menjadi perhatian utama. Meskipun tidak ada menu khusus anak secara spesifik, rasa ramen yang ditawarkan sangat bersahabat bagi lidah si kecil. "Ramen kami ramah anak karena tidak pedas. Kami ingin Ramen Mania menjadi mangkuk ramen otentik Jepang pertama yang dicicipi oleh generasi muda Indonesia," kata Yamane.

Tak hanya soal rasa, Ramen Mania juga menonjolkan transparansi melalui konsep open kitchen. Pelanggan dapat melihat langsung proses penyiapan makanan yang bersih sesuai standar Jepang. Amanda menambahkan, "Tujuannya agar pelanggan bisa melihat produk yang kami sajikan, dapur kami yang bersih dengan standar Jepang, serta bagaimana kami menyajikan ramen tersebut."
Dari segi harga, Ramen Mania menawarkan banderol yang lebih ekonomis dibandingkan restoran ramen premium lainnya. Strategi ini diambil agar kuliner Jepang otentik bisa menjangkau pasar yang lebih luas. "Tim R&D kami bekerja sangat keras untuk menekan biaya tanpa mengurangi kualitas, sehingga harga jual tetap rendah dan bisa menarik lebih banyak kalangan," tutur Yamane.
Mengenai persaingan dengan brand ramen halal lain, pihak manajemen mengaku sangat percaya diri dengan otentikasi rasa yang mereka miliki. Yamane menjamin bahwa meskipun halal, rasa yang disajikan tetap 100% asli Jepang. "Bahkan jika kami menyajikan ini di Jepang, saya punya kepercayaan diri 100% bahwa produk ini akan sukses karena kualitasnya yang otentik," tegasnya.
Lokasi pertama di Lippo Mall Nusantara (Semanggi) dipilih karena posisinya yang strategis di pusat kota, memudahkan akses bagi para pekerja kantor di hari kerja dan keluarga di akhir pekan. "Kami memilih lokasi ini karena berada di tengah Jakarta, sehingga lebih mudah dijangkau oleh banyak orang," jelas Amanda.
Ke depannya, Ramen Mania telah menyiapkan rencana ekspansi yang cukup masif. Setelah gerai pertama ini, mereka menargetkan pembukaan gerai kedua dan ketiga dalam waktu dekat, khususnya setelah periode Lebaran. Yamane melihat peluang besar hingga ratusan gerai di masa depan, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga merambah ke seluruh Indonesia hingga mancanegara. [Angie / Dok. Ramen Mania]




