Umana Bali Siapkan Perayaan Imlek 2026 dengan Ritme Makan Bersama dan Jeda Pemulihan

 

Perayaan Tahun Baru Imlek kerap menjadi ruang untuk berkumpul, mengulang tradisi, dan menata ulang ritme setelah tahun berjalan panjang. Di Bali selatan, Umana Bali LXR Hotels & Resorts menyiapkan rangkaian Imlek 2026 yang dirancang bertahap dan tidak terburu-buru, memadukan jamuan makan bersama, pertunjukan budaya, serta aktivitas pemulihan tubuh dan pikiran. Lanskap tebing kapur Ungasan menjadi latar alami bagi perayaan yang berfokus pada meja kebersamaan dan ritual sederhana menyambut Tahun Kuda Api yang jarang hadir dalam siklus penanggalan Tionghoa.

 

General Manager Umana Bali LXR Hotels & Resorts Nicolas Kassab menilai Imlek sebagai momen yang lekat dengan memori kolektif. “Chinese New Year adalah salah satu waktu paling bermakna untuk berkumpul. Kami membentuk perayaannya di sekitar hal-hal yang benar-benar diingat orang, berbagi meja, menghormati tradisi, dan memulai tahun dengan perasaan lebih pulih,” ujarnya. Ia menyebut ritmenya sengaja dijaga agar tetap hidup tanpa kehilangan ruang tenang bagi tamu yang membutuhkannya.

 

 

 

Rangkaian kuliner menjadi titik nyata dari filosofi ini, berlangsung di Commune dengan pendekatan makan bersama yang familier. Malam Tahun Baru Imlek pada 16 Februari 2026 diisi jamuan keluarga lengkap dengan tradisi Yu Sheng, disertai Barong Sai Lion Dance, musik live, dan pertunjukan Wushu. Keesokan paginya, sarapan Imlek menghadirkan hidangan Tionghoa autentik bagi tamu menginap maupun pengunjung luar. Perayaan berlanjut pada makan malam hari pertama Imlek dengan format serupa, ditemani penampilan band secara langsung.

 

Setelah dinamika perayaan di meja makan, fokus beralih pada kebutuhan tubuh untuk kembali tenang dan terjaga. Lohma Spa menghadirkan ritual khusus Imlek yang menggabungkan perawatan wajah, pijat tubuh, dan sesi aqua yoga berdampak rendah di kolam relaksasi. Rangkaian ini diposisikan sebagai jeda alami dari padatnya agenda, memberi ruang untuk memulihkan energi sekaligus menyambut tahun baru dengan kondisi fisik yang lebih seimbang. 

 

 

Keluarga yang datang bersama anak-anak juga mendapat ruang tersendiri. Kids Club menghadirkan aktivitas bertema Imlek seperti mewarnai Fire Horse dan melukis bebek keberuntungan. Kegiatan ini diposisikan sebagai pengalaman ringan yang bisa dibawa pulang sebagai kenangan, tidak hanya untuk pengisi waktu.

 

Dimensi budaya dan keberlanjutan hadir lewat instalasi seni hasil kolaborasi Umana Bali dengan rumah desain Indonesia Fuguku. Karya berjudul The Fire Horse menampilkan figur kuda dengan surai menyala yang dibentuk dari plastik daur ulang, dipadukan teknik kriya tekstil dan sentuhan Jumputan. Instalasi ini merefleksikan gagasan pembaruan, keterhubungan, dan harmoni manusia dengan alam, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menjadi napas resort tersebut. [Dok. Umana Bali]