Flip memilih pendekatan yang sedikit berbeda di tengah padatnya kampanye Ramadan. Alih-alih mendorong pesan yang hard-selling, Flip mencoba masuk ke dalam budaya yang memang sudah lebih dulu dekat dengan audiens. Salah satunya melalui tren dracin (drama Cina) yang belakangan ramai di media sosial.
Melalui kampanye “Bulan yang Fitri”, Flip mengadaptasi format dracin sebagai medium utama untuk mengkomunikasikan Flip Deals fitur cashback yang terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce di Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya membuat kampanye terasa lebih relevan, tetapi juga berhasil mendorong engagement organik dalam skala besar.
Head of Marketing Flip, Winardi Cristian, mengatakan bahwa ide kampanye ini berangkat dari perubahan cara audiens mengonsumsi konten digital. “Sekarang orang memilih untuk menonton iklan. Jadi kalau kontennya tidak terasa relevan atau menghibur, mereka akan skip. Dari situ kami menempatkan brand di format yang sudah mereka nikmati, sehingga dampaknya tak hanya pada engagement tetapi juga penggunaan produk,” ujarnya. Terbukti selama Ramadan, penggunaan harian Flip yang bertransaksi meningkat sekitar 23%, dengan total transaksi harian tumbuh sekitar 31%. Sementara itu, nilai transaksi harian naik hingga 42% dibandingkan periode non-Ramadan.
Olah Tren Jadi Cerita yang Dekat
Momentum Ramadan nyatanya menjadi waktu yang tepat untuk pendekatan dracin ini. Selama periode tersebut, konsumsi konten digital cenderung meningkat, terutama jelang waktu berbuka saat audiens mencari hiburan ringan yang mudah diikuti. Struktur khas ala dracin seperti durasi yang singkat, alur yang cepat, serta elemen cliffhanger di setiap episode diterjemahkan ke dalam mini-series parodi berjudul “Prahara Tahta di Bulan yang Fitri” yang tayang di media sosial.

Format ini membuat kampanye terasa lebih seperti hiburan ketimbang iklan, bahkan membuat audiens terdorong untuk menonton hingga akhir dan mengikuti kelanjutan ceritanya.
Pemilihan figur juga menjadi faktor penting. Menggandeng Fitri Tropica sebagai tokoh utama, Flip memanfaatkan gaya khas yang sudah lekat dengan persona humor dan storytelling yang kuat sekaligus relevan dengan kampanye yang sedang Flip jalani yaitu“Bulan yang Fitri”.
Dari Konten ke Engagement Organik
Pendekatan ini terbukti efektif dalam menarik perhatian audiens tanpa bergantung sepenuhnya pada distribusi berbayar. Selama periode kampanye, Flip mencatat lebih dari 50 juta views, menjangkau lebih dari 100 juta audiens, serta menghasilkan lebih dari 1 juta interaksi.
Salah satu komentar pengguna di Instagram bahkan mencerminkan bagaimana konten ini diterima audiens, “Padahal cuma iklan, tapi kenapa aku tonton sampai habis. Penasaran banget endingnya macam apa.”
Bahkan, Selebgram Tantri Namirah ikut berkomentar, “Gue nonton sampe kelar terus tetap ketawa tuh wow!” Menurut Winardi, di tengah banyaknya kampanye yang berlomba menarik perhatian di Ramadan, format dan relevansi menjadi faktor yang semakin menentukan. (Foto: Dok. Flip)




