Selama ini, kata "sensitif" sering kali dianggap sebagai sebuah kelemahan bagi perempuan. Baik itu sensitif secara perasaan (emosional) maupun kondisi fisik seperti kulit. Namun, stigma ini perlahan mulai digeser melalui sebuah gerakan baru bertajuk SOS: Strength of Sensitivity.
Inisiatif yang digagas oleh Aveeno (di bawah naungan Kenvue) ini bertujuan untuk mengajak perempuan Indonesia melihat sensitivitas dari sudut pandang yang berbeda: sebagai sebuah kekuatan.
Dalam peluncuran kampanye ini, selebritas Jessica Iskandar yang juga merupakan Brand Ambassador Aveeno Baby, membagikan kisah personalnya yang cukup emosional. Ia mengakui pernah berada di titik terendah saat menghadapi berbagai penghakiman dari masyarakat luas di media sosial.
"Saya dihakimi bukan saja oleh orang yang kenal saya, tapi masyarakat luas yang merasa berhak menghakimi di media sosial. Di momen itu saya belajar bahwa kekuatan bukan berarti menyembunyikan apa yang kita rasakan, tapi berani mengakuinya," ujar Jessica dengan jujur.
Baginya, mendekatkan diri pada Tuhan, keluarga, dan merawat diri menjadi cara untuk bangkit. "Momen sensitif adalah bagian dari hidup, dan mengakuinya adalah langkah awal untuk jadi lebih kuat," tambahnya.
Ternyata rasa sensitif bukan hanya perasaan. Menurut Psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi., kondisi emosional perempuan memiliki dampak langsung pada kesehatan fisik, terutama kulit.
"Secara ilmiah, stres emosional dapat memicu kondisi kulit menjadi lebih kering dan rentan iritasi karena adanya koneksi antara sistem saraf dan respons kulit," jelas Indah. Dia menekankan bahwa saat perempuan berani menetapkan batasan (boundaries) yang sehat dan mencari dukungan, di situlah sensitivitas bertransformasi menjadi kecerdasan emosional.
Inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. Melalui pesan videonya, dia berharap stigma bahwa sensitivitas adalah kelemahan bisa segera dihapus.
"Sudah saatnya kita membangun Indonesia yang lebih setara dan peduli dengan mendengar dan memahami fase kehidupan perempuan," ungkap Arifatul.
Senada dengan hal tersebut, Maudy Ayunda sebagai Brand Ambassador Aveeno, melihat bahwa memahami perasaan sendiri adalah kunci ketangguhan.
"Sensitivitas bisa jadi sumber kekuatan yang buat kita lebih empati pada orang lain dan tangguh menghadapi tantangan. Saya mengajak semua orang berani berbagi kisah mereka lewat podcast SOS ini, karena setiap cerita punya kekuatan untuk menginspirasi," kata Maudy.
Anggia Pramono, President Director Kenvue Indonesia, menjelaskan bahwa melalui kampanye ini, pihaknya ingin menciptakan ruang di mana perempuan merasa didengar dan dihargai.
"Kami ingin mendorong pemahaman yang lebih luas bahwa kepedulian dan kekuatan itu berjalan beriringan," tuturnya.
Sebagai langkah nyata, Marketing Director Kenvue Indonesia, Fika Yolanda, menyebutkan bahwa Aveeno telah menyiapkan berbagai platform untuk mendengarkan suara perempuan, mulai dari seri podcast di TikTok hingga aktivasi langsung.
"Kami memperluas komitmen tidak hanya pada perawatan kulit berbasis sains, tapi juga mendorong percakapan yang lebih luas tentang pengalaman hidup perempuan," tutup Fika. (Foto: Dok. Aveeno)





