Menghadapi buah hati yang mendadak rewel dan menolak makan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi setiap ibu. Momen menguras emosi ini turut dirasakan oleh penyanyi sekaligus ibu muda, Anggi Marito. Ia secara terbuka membagikan pengalamannya saat sang anak, Butet, sering terbangun dan menangis di malam hari akibat masalah perut.
"Dulu Butet sering banget kembung, malam bisa bangun tiga sampai empat kali sambil menangis. Waktu kembung, dia juga malas makan atau Gerakan Tutup Mulut. Setelah tahu soal pentingnya pencernaan dan beralih ke produk dengan kandungan yang tepat, pencernaannya jadi lebih sehat, jarang rewel, dan makannya sangat lahap," cerita Anggi.
Kisah Anggi tersebut mewakili keresahan banyak perempuan di luar sana. Sering kali, masalah emosi anak dan keengganan untuk makan bersumber dari ketidaknyamanan di area perut. Dokter Spesialis Anak dr. Miza Afrizal membenarkan hal tersebut dengan memaparkan betapa vitalnya peran saluran cerna bagi keseharian buah hati. Menurutnya, saluran pencernaan merupakan satu-satunya organ tubuh yang memiliki jalur komunikasi langsung ke otak tanpa perantara.
"Kalau saluran pencernaan anak ada gangguan, efeknya bisa memengaruhi mood anak menjadi rewel atau clingy, memengaruhi perkembangan otak, hingga membuat nafsu makan drop karena perut kembung dan begah. Tidur anak pun menjadi tidak berkualitas karena sering terbangun di malam hari," ungkap dr. Miza.
Gangguan pencernaan ternyata menimpa satu dari lima anak di bawah usia empat tahun. Jika dibiarkan, nutrisi yang masuk tidak akan terserap maksimal dan hanya menumpang lewat sehingga menghambat tumbuh kembang. Untuk menjaga kesehatan saluran cerna, keseimbangan bakteri baik dan jahat di dalam perut harus terus dijaga. dr. Miza menyoroti pentingnya asupan prebiotik dan probiotik, terutama jenis Lactobacillus reuteri.

"Lactobacillus reuteri adalah salah satu probiotik pertama yang diperkenalkan lewat air ketuban ibu dan terkandung dalam ASI. Probiotik ini unik karena bisa menempel di sepanjang saluran pencernaan manusia dari mulut hingga usus, sehingga fungsinya sangat banyak dalam mencegah masalah pencernaan," tambahnya.
Menjawab kebutuhan para ibu yang semakin kritis memilih nutrisi terbaik, Nestlé menghadirkan wadah edukasi interaktif bernama LACTOGROW Digestion Expert Lab bertepatan dengan momen Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia. Acara istimewa ini diselenggarakan pada 5 hingga 7 Juni 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka. Melalui acara ini, keluarga Indonesia diajak untuk mengenal pencernaan sehat lewat berbagai aktivitas seru dan edukatif untuk anak.
Langkah ini menjadi wujud komitmen edukasi seputar inovasi sains demi kesehatan saluran cerna anak. Category Marketing Manager Nestlé Indonesia Vera Ghazali turut menyampaikan dedikasi perusahaannya untuk terus mendampingi peran ibu.
"Moms di Indonesia saat ini lebih kritis saat mencari yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu, Lactogrow berkomitmen terus menghadirkan inovasi sains dan advanced formulation. Kami menghadirkan susu pertumbuhan satu-satunya dengan L-reuteri di bawah lisensi dari BioGaia dan diformulasikan dengan nol gram sukrosa untuk mendukung pencernaan sehat si kecil," jelas Vera.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari visi besar perusahaan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul sejak dini. Direktur PT Nestlé Indonesia Mrinalini Mankotia menegaskan hal ini saat memberikan membuka acara.
"Di Nestlé Indonesia, kami memiliki tujuan untuk memperbaiki generasi Indonesia yang lebih sehat dan bahagia. Kami tahu bahwa sistem pencernaan yang baik membutuhkan probiotik, dan melalui penelitian selama ratusan tahun, probiotik terbaik untuk pencernaan adalah Lactobacillus reuteri," ujar Mrinalini.
Membekali diri dengan literasi seputar kesehatan pencernaan merupakan wujud cinta seorang ibu yang tak ternilai harganya. Melalui asupan nutrisi yang tepat dan teruji, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang ceria, aktif, dan siap mengeksplorasi dunianya dengan sangat optimal. (Foto: Istimewa)





