Tantangan 20 hari untuk mewujudkan ruang klinik perawatan pribadi di rumah Ayu Dewi akhirnya mencapai garis akhir. Berkolaborasi dengan ZAP Premier dan Lifetime Design, proyek pembangunan yang dikerjakan dalam waktu superkilat tersebut kini mulai memperlihatkan wujud akhirnya.
Bukan sekadar ruang perawatan, area privat ini dirancang untuk menjadi tempat Ayu Dewi menikmati waktu bagi dirinya sendiri tanpa perlu meninggalkan kenyamanan rumah. Mengusung nama Happy Facial Room, ruangan tersebut hadir dengan atmosfer nyaman dan elegan, sekaligus dilengkapi fasilitas perawatan berteknologi tinggi.
Selama proses pembangunan berlangsung, Ayu Dewi pun tak sekadar menunggu hasil akhirnya. “Saya rutin memantau perkembangan proyek dan memastikan setiap detail ruang sesuai dengan konsep yang diinginkan. Ide menghadirkan ruang facial pribadi ini pun berangkat dari kebiasaan saya yang cukup rutin melakukan perawatan wajah. Karena sering facial, harusnya ada Facial Bu Ayu di sini,” ujarnya seraya tersenyum.
Bagi Ayu Dewi, perawatan wajah bukan sekadar memanjakan diri. Kulit yang bersih menjadi bagian penting sebelum mendapatkan rangkaian perawatan berikutnya. Karena itu, kehadiran Happy Facial Room terasa begitu personal, terlebih seluruh aktivitas perawatan kini bisa dilakukan langsung di rumah.

Uji Coba Perdana Facial Bu Ayu
Memasuki tahap akhir pembangunan, Ayu Dewi turun langsung untuk memastikan kesiapan ruangan. Tak hanya melihat hasil desain, ia sekaligus melakukan trial perawatan eksklusif untuk merasakan langsung pengalaman yang nantinya menjadi bagian dari Happy Facial Room.
Dua therapist profesional yang didatangkan khusus dari ZAP Premier hadir untuk memberikan perawatan. Tanpa harus bepergian atau menghabiskan waktu untuk mengantre, Ayu Dewi dapat menikmati rangkaian Facial Bu Ayu langsung dari ruang privatnya. Selama kurang lebih 90 menit, ia menjalani sembilan tahapan perawatan yang mencakup proses deep cleanse, hydrate, nourish, hingga relax. Rangkaian tersebut dimulai dari membersihkan kulit dan komedo, kemudian dilanjutkan dengan tahapan untuk membantu menghidrasi dan menutrisi kulit.
Ia pun tampak menikmati setiap prosesnya. Setelah perawatan selesai, ekspresi puas terlihat jelas dari wajahnya. Pengalaman tersebut bahkan membuat Ayu Dewi ingin menjadikan Happy Facial Room sebagai ruang berkumpul bersama orang-orang terdekat. Dengan ukuran ruangan yang dibuat privat dan nyaman, ia membayangkan bisa mengajak para sahabatnya menikmati Facial Bu Ayu bersama.
“Karena tempatnya kecil, aku mau mengajak semua teman-teman dekat saya untuk mencoba facial Bu Ayu di sini, agar mereka langsun dapat merasakan sendiri efek glowing-nya,” katanya dengan nada bersemangat.

Ruang Personal di Tengah Kesibukan
Kehadiran Happy Facial Room juga memperlihatkan bagaimana sebuah ruang di rumah dapat dirancang bukan hanya berdasarkan fungsi, tetapi juga gaya hidup penghuninya. Sentuhan Lifetime Design membuat area tersebut terasa personal, nyaman, dan merepresentasikan karakter Ayu Dewi.
Di tengah kesibukannya sebagai figur publik sekaligus ibu tiga anak, memiliki ruang khusus untuk melakukan perawatan menjadi bentuk sederhana dari meluangkan waktu bagi diri sendiri. Proyek ini juga mendapat perhatian publik sejak awal karena dikerjakan dalam tantangan waktu hanya 20 hari. Setiap perkembangan pembangunan membuat warganet semakin penasaran seperti apa hasil akhirnya.
Kini, setelah melalui proses pembangunan hingga tahap uji coba, Happy Facial Room mulai menunjukkan fungsinya. Ruang yang awalnya hadir sebagai sebuah tantangan desain dalam waktu singkat tersebut, akhirnya menjadi fasilitas personal yang memungkinkannya menikmati ritual perawatan tanpa harus meninggalkan rumah.
Dukungan sang suami Regi Datau terhadap hobi sang istri pun turut mendapat apresiasi dari warganet. Lebih dari sekadar menghadirkan ruang mewah, proyek ini seolah mengingatkan di tengah rutinitas yang begitu padat, menyediakan waktu untuk merawat dan membahagiakan diri sendiri juga merupakan bagian dari keseharian yang layak dinikmati. (Foto: Dok. Istimewa)





