Perubahan kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan hidup membuat kemampuan mengelola keuangan semakin penting bagi masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut turut tercermin dalam Financial Fitness Index (FFI) 2026 yang kembali diluncurkan OCBC bersama NielsenIQ (NIQ), dengan mengukur kesehatan finansial sekaligus perubahan perilaku, prioritas, serta kesiapan masyarakat menghadapi kebutuhan masa depan.
Dalam studi tersebut, skor financial fitness anak muda Indonesia tercatat 39,64, turun dari 40,60 pada tahun sebelumnya. Penurunan ini memperlihatkan masih adanya tantangan dalam menjaga kesehatan finansial, terutama ketika kebutuhan sehari-hari dan kewajiban pembayaran utang tetap menjadi prioritas bagi masyarakat.
Meski demikian, FFI 2026 juga menemukan perkembangan positif dalam kebiasaan finansial. Sebanyak 92 persen responden rutin menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung, meningkat tiga persen dibandingkan tahun sebelumnya. Temuan tersebut menunjukkan kesadaran untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih teratur mulai berkembang di masyarakat.
Persoalannya, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti tindakan yang konsisten. Sebanyak 55 persen masyarakat merasa perencanaan finansial saat ini akan membawa mereka menuju kesuksesan finansial pada masa depan. Namun, 80 persen responden belum melakukan pencatatan keuangan dan hanya 27 persen yang telah memiliki dana darurat.
Menurut Director Strategic Analytics & Insight NielsenIQ Indonesia Inggit Primadevi, kondisi tersebut memperlihatkan adanya kebutuhan untuk menerjemahkan financial awareness menjadi kebiasaan yang lebih nyata. Kesadaran mengenai pentingnya kondisi finansial perlu berjalan bersama kemampuan mengatur pengeluaran, menabung, serta mempersiapkan kebutuhan yang belum terduga.
"Studi FFI 2026 menunjukkan bahwa di tengah skor FFI yang menurun, kebutuhan untuk mempertahankan pemenuhan keuangan dasar masih kuat, seperti pemenuhan sehari-hari dan pembayaran utang. Yang menarik, semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan," ujar Inggit.

Perbedaan kondisi juga terlihat pada masyarakat yang telah memiliki dana darurat. Kelompok tersebut menunjukkan kecenderungan lebih tinggi untuk memiliki produk investasi yang lebih kompleks, seperti saham, deposito, reksa dana, dan forex, dibandingkan masyarakat yang belum memiliki dana darurat.
Data FFI 2026 menunjukkan 14 persen masyarakat yang telah memiliki dana darurat sudah memiliki produk investasi yang lebih kompleks. Sementara itu, pada kelompok yang belum memiliki dana darurat, angkanya berada di 4 persen. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa fondasi finansial yang lebih kuat dapat memberi ruang bagi seseorang untuk mulai memikirkan pertumbuhan aset dan tujuan keuangan jangka panjang.
Personal Banking Segment Head OCBC Lauda Muliana mengatakan kesehatan finansial perlu dilihat dari kemampuan seseorang membangun fondasi keuangan sekaligus mempersiapkan ruang untuk berkembang. Pengelolaan keuangan juga perlu disesuaikan dengan kondisi, prioritas, kebutuhan, dan profil risiko setiap individu.
"Bagi OCBC, sehat secara finansial bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi tentang memiliki fondasi dan perencanaan yang membuat kita mampu menghadapi ketidakpastian, sekaligus memiliki ruang untuk bertumbuh," kata Lauda.
Temuan FFI 2026 juga memperlihatkan hubungan antara kebiasaan menabung, kepemilikan dana darurat, investasi, dan kemampuan menikmati lifestyle. Masyarakat yang telah membangun kebiasaan finansial tersebut menunjukkan kemampuan lebih baik dalam menjalani gaya hidup tanpa mengabaikan kebutuhan finansial untuk jangka panjang.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan finansial tidak harus berarti menghilangkan berbagai kebutuhan lifestyle. Yang lebih penting adalah kemampuan menentukan prioritas dan menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi serta tujuan keuangan yang dimiliki.
Melalui temuan FFI 2026, OCBC juga mendorong pengelolaan kekayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu. Salah satunya melalui Financial Fitness Check Up (FFCU) untuk membantu mengevaluasi kondisi finansial secara holistik, serta fitur For Your Investment untuk membantu pengguna mengenali pilihan instrumen investasi berdasarkan profil risiko dan tujuan finansial.
Akses terhadap informasi, perencanaan, dan solusi wealth management juga tersedia melalui OCBC Mobile. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya OCBC untuk memperluas akses terhadap pengelolaan kekayaan, sehingga perencanaan finansial dapat dilakukan oleh masyarakat dengan kebutuhan dan kondisi yang beragam.
"OCBC percaya bahwa sehat secara finansial bisa berjalan beriringan dengan menikmati lifestyle. Nyala Festival menjadi salah satu manifestasi OCBC yang memperlihatkan bahwa edukasi, insight, dan perencanaan finansial dapat berjalan bersama lifestyle dan fun, mendorong masyarakat untuk semakin #FUNanciallyFit," tutup Lauda.





