Tips Kejar Marathon di Kota Impian, Bukan Hanya Fisik tapi Juga Finansial

Bagi sebagian pelari, target berikutnya setelah konsisten berlari bukan lagi sekadar menambah jarak, melainkan berdiri di garis start marathon besar di kota impian.

 

Bagi pelari marathon, nama kota di penjuru dunia ini mungkin sudah sangat familiar seperti Tokyo, Boston , London, Cape Town, Sydney, Berlin, Chicago dan New York. Kota-kota di berbagai dunia tersebut menjadi bagian dari kalender Abbott World Marathon Majors yang juga akan memperkenalkan Shanghai sebagai kota ke-sembilan dalam daftar tersebut. Mereka yang berhasil menyelesaikan ajang tersebut berhak mendapatkan The Nine Stars Medal yang menjadikan perjalanan menuju setiap race bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sebuah pencapaian tersendiri.

 

Rencana Penuh Persiapan

Namun, mengejar target tersebut membutuhkan persiapan lebih dari sekadar latihan fisik. Bagi pelari dari Indonesia, misalnya, perjalanan menuju marathon di luar negeri juga berarti menyiapkan tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, biaya registrasi, kebutuhan makan selama perjalanan, hingga perlengkapan dan kebutuhan race day. Semakin jauh kota tujuan, semakin panjang pula daftar kebutuhan yang perlu diperhitungkan.

 

Hal tersebut dirasakan Citra, yang tengah menargetkan World Major Marathon di Chicago, Amerika Serikat. “Awalnya saya hanya fokus ke latihan. Setelah mulai menghitung race entry, pesawat, hotel, dan kebutuhan lainnya, baru terasa bahwa persiapan marathon bukan cuma soal fisik.

 

Besarnya persiapan yang dibutuhkan membuat Citra mulai melihat target marathon sebagai sebuah rencana yang perlu dipersiapkan jauh sebelum race day. Ia kemudian menyisihkan dana secara rutin agar kebutuhan perjalanan dan perlombaan tidak terasa berat ketika waktunya tiba. “Buat saya lebih nyaman kalau targetnya jelas. Sama seperti training plan, saya tahu setiap bulan ada bagian yang memang dialokasikan untuk marathon,” lanjutnya.

 

Dari Training Plan ke Financial Plan

Bagi pelari, konsistensi menjadi bagian penting dalam mencapai target. Program latihan biasanya disusun berbulan-bulan sebelum race day, dengan target jarak dan intensitas yang meningkat secara bertahap. Prinsip yang sama dapat diterapkan dalam mempersiapkan keuangan.

 

Alih-alih menunggu hingga jadwal lomba semakin dekat, kebutuhan dana dapat dihitung sejak awal berdasarkan tujuan dan waktu yang tersedia. Dengan begitu, target yang terlihat besar dapat dipecah menjadi nominal yang lebih terukur setiap bulannya.

 

Citra mengaku lebih disiplin menabung ketika memiliki tujuan yang konkret. Target untuk mengikuti marathon internasional membuatnya lebih mudah menentukan berapa dana yang perlu disiapkan dan dalam jangka waktu berapa lama. “Kalau hanya bilang ingin menabung, kadang mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Tapi kalau targetnya sudah jelas, misalnya ingin lari marathon di kota tertentu, jadi lebih mudah menjaga komitmen,” ujarnya.

 

Pendekatan tersebut dapat dilakukan melalui fitur Life Goals pada aplikasi wondr by BNI. Fitur ini memungkinkan pengguna menentukan nama atau tujuan tabungan, target dana, jumlah setoran, serta periode menabung sesuai rencana. Setoran kemudian dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan melalui fitur autodebit.

 

 

Persiapan Finansial Mirip dengan Proses Berlatih

Sebagai ilustrasi, jika seorang pelari memperkirakan membutuhkan Rp48 juta untuk sebuah marathon internasional dan memiliki waktu 24 bulan untuk mempersiapkannya, target tersebut berarti sekitar Rp2 juta per bulan sebelum memperhitungkan pengembangan dana maupun perubahan biaya perjalanan. Angka tersebut tentu dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial dan kondisi masing-masing pelari.

 

Fitur Life Goals pada wondr by BNI dirancang untuk membantu menjaga konsistensi menabung. Dana yang disisihkan akan tetap terarah hingga jangka waktu yang ditentukan, sehingga rencana menabung untuk marathon dapat berjalan lebih disiplin. BNI juga menyediakan pilihan tanggal autodebit serta setoran awal dan setoran bulanan sesuai ketentuan produk.

 

Bagi Citra, persiapan finansial pun terasa sangat mirip dengan proses berlatih. “Dalam lari, hasil tidak datang dari satu latihan besar. Yang penting konsisten. Saya melihat menyiapkan dana untuk marathon dengan cara yang sama, tidak harus langsung besar, yang penting mulai dan dilakukan secara rutin,” katanya.

 

Persiapan sejak jauh hari juga memberi ruang untuk menghadapi perubahan kebutuhan. Jadwal race, harga tiket, pilihan akomodasi, hingga kebutuhan perjalanan dapat berubah. Dengan memiliki dana yang sudah disiapkan secara bertahap, pelari memiliki ruang finansial yang lebih baik ketika waktu keberangkatan semakin dekat. (Foto: Dok. Istimewa)