ACG School Jakarta Bangun Fondasi yang Dibutuhkan Anak Menghadapi Dunia yang Terus Berubah

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan Building Strong Foundations for Life menyebutkan keterampilan dasar yang kuat sejak dini membantu anak untuk mencapai keberhasilan. Baik dalam pendidikan, tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat, dan mampu menyesuaikan diri dengan baik. Studi ini didasarkan pada penilaian kemampuan belajar dasar, fungsi eksekutif, serta keterampilan sosial dan emosional lebih dari 23.000 anak berusia lima tahun di delapan sistem pendidikan, dan menggambarkan lima tahun pertama kehidupan sebagai rentang usia kritikal untuk menggali potensi.

 

Pada usia tiga hingga sebelas tahun merupakan masa yang membentuk fondasi cara anak belajar, menjalin hubungan dengan orang lain, dan menghadapi tantangan sepanjang hidupnya. Studi lain mengungkapkan bahwa kualitas pengalaman anak-anak dari aktivitas sehari-hari ketika menjalani pendidikan usia dini merupakan prediktor signifikan dan konsisten bagi perkembangan sosial dan emosional mereka.

 

ACG School Jakarta berupaya membangun kemampuan-kemampuan penting ini dengan memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini melalui pembelajaran berbasis inkuiri dan bermain (Inquiry and Play-based Learning) sejak usia paling dini.

 

Belajar melalui bermain dan inkuiri

Di ACG School Jakarta, pendidikan anak usia dini dimulai melalui program taman kanak-kanak (TK) yang tersedia bagi anak usia 3 dan 4 tahun. Program pembelajaran disampaikan secara komprehensif melalui pengalaman belajar berbasis bermain dan mengacu pada pendekatan Reggio Emilia. Memandang anak sebagai pembelajar yang cakap dan penuh rasa ingin tahu. Siswa TK ACG School Jakarta didorong untuk membangun pengetahuan melalui eksplorasi, dialog, dan ekspresi kreatif, sementara para guru berperan sebagai mitra dalam proses kreasi dan penjelajahan.

 

“Usia awal kehidupan seorang anak merupakan fondasi penting bagi proses pembelajaran seumur hidup mereka. Di ACG School Jakarta, pembelajaran berbasis inkuiri dan bermain membantu anak menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, serta kemampuan membangun hubungan dengan orang lain. Bekerja sama dengan para orang tua, kami mendukung perkembangan setiap anak,” ujar Wakil Kepala Sekolah ACG School Jakarta Carmen Murray yang juga memimpin program Early Years dan Primary Years.

 

Pembelajaran di luar ruang kelas 

Para siswa TK ACG School Jakarta juga dapat melanjutkan perjalanan pendidikan mereka ke tahap selanjutnya di kampus yang sama di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dirancang untuk mendukung pendidikan secara menyeluruh, fasilitas sekolah ACG School Jakarta mencakup gymnasium yang juga berfungsi sebagai aula serbaguna, kolam renang, lapangan untuk berbagai jenis olahraga, dan lapangan sepak bola junior. Para siswa juga dapat memanfaatkan laboratorium sains, studio musik, seni, tari, perpustakaan, musala, dan kantin sekolah. ACG School Jakarta juga menyediakan layanan bus antar-jemput bagi siswa yang tinggal di sekitar Jakarta.

 

Para siswa tingkat TK hingga Kelas 6 mengikuti kurikulum International Baccalaureate (IB) Primary Years Programme (PYP). Sedari Kelas 1 sampai Kelas 6, siswa ACG School Jakarta mengikuti enam Unit of Inquiry yang disertai program eksplorasi, penelitian, dan kajian gagasan utama dalam setiap unit. Desain transdisipliner program ini menghubungkan pembelajaran lintas bidang mata pelajaran, dan dibangun berlandaskan prinsip agensi siswa: setiap anak memiliki suara dalam menentukan apa dan bagaimana mereka belajar.

 

Sebuah komunitas internasional yang erat

Komunitas ACG School Jakarta terdiri dari 300 siswa yang merepresentasikan lebih dari 35 kewarganegaraan. Setiap harinya, komunitas ACG School Jakarta memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk mengenal beragam bahasa, budaya, dan sudut pandang berbeda. Lingkungan sekolah yang erat menyambut setiap keluarga, membuat para siswa dan keluarga ACG School Jakarta merasa berada di rumah yang hangat.

 

“Komunitas internasional kami yang erat merupakan salah satu kekuatan terbesar kami. Kami mengenal setiap anak secara personal, dan keberagaman budaya dan sudut pandang memperkaya proses pembelajaran. Kami membantu anak-anak dan orang tua merasa diterima sejak hari pertama, khususnya bagi keluarga yang sedang beradaptasi dengan kehidupan baru mereka di Jakarta,” tambah Carmen. (Foto: Dok. ACG School)