HOKA Indonesia resmi memperkenalkan Febby Rastanty sebagai Brand Ambassador HOKA terbaru. Pengumuman ini disampaikan dalam acara HOKA 5,27K Social Run sebagai bagian dari rangkaian Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Menandai babak baru dalam perjalanan lari Febby yang membawanya dari rutinitas 5K hingga berhasil meraih gelar Seven Star Finisher, menandakan dirinya menjadi salah satu dari pelari yang sudah menyelesaikan 7 World Marathon Majors. Di balik pencapaian tersebut, HOKA turut merayakan setiap usaha, tantangan, dan progres yang membawanya sampai ke titik ini.
Melalui kolaborasi ini, HOKA Indonesia berkomitmen untuk mendampingi dan mendukung Febby dalam menghadapi setiap tantangan serta pengalaman lari berikutnya. Kemitraan ini lahir selaras dengan HOKA, Febby memaknai lari bukan sekadar mengejar target dan pencapaian semata, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup untuk menemukan kebahagiaan (joy), menjaga konsistensi dan terus bergerak maju.
Bagi Febby, alasan untuk terus berlari tumbuh dari pengalaman yang sangat personal. Lari memberinya ruang untuk menghabiskan waktu bersama diri sendiri, menjernihkan pikiran, dan melepas penat di tengah kesibukannya sebagai aktris. Rutinitas yang dimulai secara sederhana sejak masa kuliah tersebut perlahan berkembang menjadi bagian dari kesehariannya, hingga akhirnya membawanya menekuni lari dengan lebih serius.

“Seven Stars menjadi salah satu pencapaian yang berarti bagi saya, tetapi perjalanan menuju ke sana mengajarkan bahwa berlari bukan hanya tentang target. Lari memberi saya ruang untuk diri sendiri, menjernihkan pikiran, dan menikmati proses. Dari lari lagi, lari terus, saya belajar untuk terus konsisten sambil mendengarkan tubuh, karena pada akhirnya rasa senang yang saya temukan dalam berlari menjadi alasan saya untuk terus melangkah,” ujar Febby Rastanty, Brand Ambassador HOKA Indonesia.
Tahun 2023 menjadi titik penting ketika Febby mengikuti maraton pertamanya di Tokyo. Kesibukannya sebagai aktris dengan jadwal syuting yang dinamis membuat latihan menjadi tantangan tersendiri. Ia tetap mencari waktu untuk berlatih di sela-sela pekerjaan, menyesuaikan rutinitas, serta belajar mendengarkan kondisi tubuhnya.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya menyelesaikan enam World Marathon Majors dan meraih Six-Star di New York pada usia 29 tahun, sebelum meraih Seventh Star di Sydney pada 2026. Namun, perjalanan menuju pencapaian tidak selalu berjalan sesuai rencana. Keterbatasan waktu latihan dan recovery membuat Febby perlu menyesuaikan pace dan ekspektasinya. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa progres tidak selalu tentang hasil terbaik, tetapi juga tentang menghargai setiap usaha, memahami kondisi tubuh, dan menemukan alasan untuk kembali berlari. (Foto: Dok. HOKA Indonesia)





