Ketika anak sulit mengikuti instruksi, orang tua kerap menganggap anak tidak mendengarkan atau sulit diatur. Padahal, kemampuan memahami dan merespons instruksi melibatkan berbagai aspek perkembangan, mulai dari bahasa, perhatian, dan regulasi emosi hingga pemrosesan sensorik.
Melalui edukasi mengenai peran psikolog dan terapis okupasi (Occupational Therapist), Atelier of Minds, student care dan enrichment center inklusif di Jakarta Selatan, mengajak orang tua memahami bahwa kesulitan anak mengikuti instruksi dapat memiliki berbagai penyebab. Memahami kebutuhan anak dari sudut pandang yang tepat juga dapat membantu orang tua menentukan bentuk dukungan yang sesuai.
Erna Yulianti, S.Psi., M.Psi., Psikolog Atelier of Minds, menjelaskan bahwa psikolog dapat membantu memahami aspek perkembangan, perilaku, emosi, perhatian, serta kemampuan anak dalam memproses dan merespons instruksi. Sementara itu, Dwi Ayu Nur Komariyah, M.Sc.OT, Occupational Therapist Atelier of Minds, menambahkan bagaimana pemrosesan sensorik dan kemampuan anak berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari juga dapat memengaruhi respons mereka terhadap instruksi.
Mengenali Peran Psikolog dan Terapis Okupasi
Kesulitan mengikuti instruksi dapat berkaitan dengan beberapa aspek perkembangan yang saling berhubungan. Karena itu, memahami kebutuhan anak terkadang memerlukan perspektif dari lebih dari satu profesi.
1. Peran Psikolog: Memahami Perkembangan, Perilaku, dan Emosi Anak
Psikolog membantu memahami perkembangan psikologis anak, termasuk perhatian, regulasi emosi, perilaku, dan fungsi eksekutif (executive function). Fungsi eksekutif mencakup antara lain kemampuan mengingat instruksi, mempertahankan perhatian, mengatur respons, dan menyelesaikan tugas.
Melalui asesmen dan observasi sesuai kebutuhan, psikolog dapat membantu mengidentifikasi faktor yang mungkin memengaruhi perilaku anak serta memberikan rekomendasi bagi orang tua untuk mendukung anak di rumah maupun lingkungan belajar.
2. Peran Occupational Therapist: Mendukung Partisipasi Anak dalam Aktivitas
Sehari-hari Terapi okupasi membantu memahami bagaimana pemrosesan sensorik, perhatian, dan respons tubuh memengaruhi kemampuan anak menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk mengikuti arahan dalam kegiatan bermain, belajar, dan rutinitas harian.
Untuk membantu anak merespons instruksi, orang tua dapat menggunakan arahan yang singkat dan jelas, menyampaikan satu instruksi dalam satu waktu, serta menggunakan gestur atau contoh langsung bila diperlukan. Memberikan jeda sebelum mengulang instruksi juga dapat membantu anak memproses informasi. Kedua profesi ini memiliki perspektif yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi sesuai kebutuhan anak. Psikolog membantu memahami aspek psikologis dan perilaku, sementara terapis okupasi berfokus pada kemampuan anak berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.
Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi?
Orang tua perlu memperhatikan jika anak terus mengalami kesulitan memahami instruksi sesuai usianya, jarang merespons saat dipanggil, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai. Tanda-tanda ini tidak selalu menunjukkan gangguan perkembangan, tetapi perlu dievaluasi oleh tenaga profesional jika terus berulang atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Orang tua tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa anak mengalami gangguan perkembangan karena sulit mengikuti instruksi. Namun, jika kesulitan terus berulang atau anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya dikuasai, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional agar anak mendapatkan dukungan yang sesuai, ” jelas Erna.
Atelier of Minds berharap edukasi ini dapat membantu orang tua memahami bahwa perilaku anak perlu dilihat dalam konteks perkembangan dan kesehariannya. Dengan mengenali kebutuhan anak lebih awal dan mencari dukungan yang tepat ketika diperlukan, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kemampuan, kemandirian, dan kepercayaan dirinya. (Foto: Dok. Istimewa)





