Mengangkat Kopyor Coconut dan Golden Salak dari Bali, CLARISSA hadir sebagai premium spirit dengan filosofi pemberdayaan perempuan. Melalui Jakarta Fashion Week 2027, Clarissa Sumasto ingin memperkenalkan identitas brand Indonesia yang memadukan elegansi, kreativitas, dan semangat perempuan modern.
Industri minuman spirit selama ini identik dengan karakter maskulin. Namun, Clarissa melihat peluang untuk menghadirkan perspektif berbeda melalui CLARISSA – THE SPIRIT OF A GODDESS, sebuah premium spirit yang lahir dari perpaduan kekayaan alam Indonesia, estetika feminin, dan filosofi tentang kekuatan perempuan.
Sebagai Founder & Creative Director CLARISSA, ia tidak sekadar ingin memperkenalkan produk minuman, tetapi juga membangun sebuah brand dengan identitas dan filosofi yang kuat. Baginya, setiap perempuan memiliki karakter, keanggunan, serta kekuatan seorang Goddess yang layak dirayakan. “Menurut saya, dunia spirit selama ini sangat identik dengan laki-laki. Padahal, perempuan juga bisa menikmati dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi di industri ini. Saya ingin menghadirkan sesuatu yang memiliki karakter elegan dan dapat diterima oleh berbagai kalangan,” ungkap Clarissa. Melalui slogan Awaken the Goddess Within, CLARISSA membawa pesan tentang self-love, kepercayaan diri, dan pentingnya setiap perempuan menghargai dirinya sendiri.

Mengangkat Kekayaan Alam Indonesia dari Bali
Salah satu keistimewaan CLARISSA terletak pada penggunaan dua bahan baku lokal, yaitu Kopyor Coconut dan Golden Salak atau salak gula pasir dari Bali. Seluruh proses crafting dilakukan di Bali, yang dikenal sebagai The Island of Gods atau Pulau Dewata. Pemilihan lokasi ini bukan sekadar pertimbangan produksi, melainkan juga memiliki keterkaitan filosofis dengan identitas brand sebagai THE SPIRIT OF A GODDESS.
Pengembangan CLARISSA membutuhkan waktu sekitar dua tahun, mulai dari eksplorasi bahan, formulasi rasa, hingga penyempurnaan karakter produk dan desain kemasan. Hadir dalam satu varian dengan kadar alkohol 40 persen ABV (Alcohol by Volume), CLARISSA melalui proses distilasi sebanyak enam kali untuk menghasilkan karakter spirit yang menurut Clarissa lebih halus dan murni.
Baginya, kualitas merupakan prioritas utama. Ia tidak ingin terburu-buru mengejar kuantitas sebelum benar-benar yakin terhadap produk yang dibawanya ke pasar internasional. “Saya tidak mengejar kuantitas. Bagi saya, CLARISSA seperti anak yang baru lahir. Saya ingin benar-benar memahami produk ini dan memastikan kualitasnya sebelum membawanya lebih jauh ke pasar internasional. Saya juga membawa nama Indonesia,” jelasnya.
Kecintaannya terhadap kekayaan lokal juga tercermin dari keterbukaan untuk merangkul petani dan pemasok bahan baku di Bali. Clarissa berharap perkembangan brand dapat membuka kesempatan kolaborasi dengan komunitas lokal. Baginya, Kopyor Coconut dan Golden Salak merupakan kekayaan alam Indonesia yang memiliki karakter tersendiri dan patut diperkenalkan kepada dunia.
Merayakan Kekuatan Perempuan
Di balik nama CLARISSA terdapat filosofi yang menjadi inti identitas brand, yaitu THE SPIRIT OF A GODDESS, dengan slogan Awaken the Goddess Within. Clarissa percaya bahwa setiap perempuan memiliki keistimewaan, kekuatan, dan kecantikan tersendiri. Karena itu, ia ingin mengajak perempuan untuk lebih menghargai dirinya, memiliki kepercayaan diri, dan merayakan keunikan masing-masing.
Menariknya, meski memiliki identitas feminin, CLARISSA tidak membatasi konsumennya hanya untuk perempuan. Laki-laki juga dapat menikmati produk ini. Menurut Clarissa, karakter elegan dan feminin tidak seharusnya menjadi batasan bagi siapa pun.
Filosofi feminin CLARISSA turut diterjemahkan melalui desain kemasan yang menjadi bagian penting dari identitas visual brand. Botolnya tampil dengan sentuhan warna rose gold yang merepresentasikan feminitas, kelembutan, elegansi, serta kepercayaan diri perempuan. Sementara itu, tutup botol berbentuk diamond dipilih untuk menciptakan karakter yang simple, elegan, dan mudah dikenali. (Foto: Dok. Istimewa)





