Mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin tinggi turut mengubah cara orang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi para komuter yang menghabiskan banyak waktu di perjalanan, membeli produk kesehatan, perawatan tubuh, hingga kebutuhan kecantikan sering kali harus menunggu waktu luang. Kehadiran toko dengan konsep grab-and-go di kawasan transportasi publik pun menjadi alternatif yang relevan dengan rutinitas tersebut.
Guardian Indonesia kini menghadirkan toko grab-and-go pertamanya di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, Jakarta. Berada di salah satu kawasan transportasi terpadu yang menghubungkan berbagai moda transportasi umum, gerai ini menyasar masyarakat dengan aktivitas padat yang membutuhkan akses belanja cepat di sela perjalanan.
Berbeda dari gerai Guardian pada umumnya, toko ini dirancang dengan ukuran lebih ringkas dan pilihan produk yang dikurasi sesuai kebutuhan pengguna transportasi publik. Sejumlah kategori yang tersedia antara lain suplemen kesehatan, produk kebersihan diri, kebutuhan perawatan kulit, serta perlengkapan personal care untuk aktivitas harian maupun perjalanan.
Managing Director Health & Beauty Guardian Indonesia, Bhavin Patel, melihat perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan turut memengaruhi kebutuhan terhadap pengalaman berbelanja. Kecepatan dan kemudahan kini menjadi pertimbangan, termasuk ketika memenuhi kebutuhan kesehatan maupun perawatan diri.
"Seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban, kami percaya pengalaman berbelanja juga perlu terus beradaptasi. Kami memahami bahwa masyarakat saat ini membutuhkan akses yang cepat, mudah, dan praktis terhadap produk kesehatan, kecantikan, dan personal care," ujar Bhavin.
Konsep tersebut menawarkan alternatif bagi masyarakat yang ingin membeli kebutuhan mendadak tanpa harus menyempatkan diri berkunjung ke pusat perbelanjaan. Misalnya, membeli produk kebersihan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan, mencari kebutuhan perawatan kulit setelah beraktivitas seharian, atau melengkapi persediaan suplemen kesehatan.
Toko di JPM Dukuh Atas sekaligus menjadi proyek percontohan Guardian untuk menguji format ritel di kawasan transportasi publik. Perusahaan akan mempelajari perilaku belanja pelanggan, masukan yang diterima, hingga kinerja gerai untuk melihat potensi pengembangan konsep serupa.
Bhavin mengatakan, gerai tersebut menjadi kesempatan bagi Guardian untuk memahami kebutuhan konsumen yang beraktivitas di kawasan dengan mobilitas tinggi.
"Melalui toko Guardian JPM Dukuh Atas, kami berharap dapat memperoleh berbagai insight mengenai kebutuhan dan perilaku pelanggan saat berbelanja di lingkungan transportation hub," tambahnya.
Jika mendapat respons positif, format grab-and-go ini diharapkan dapat hadir di sejumlah hub transportasi dan area publik strategis lainnya di Indonesia.
Untuk menyambut pembukaan gerai pada 5 November 2026, Guardian turut menghadirkan sejumlah penawaran khusus hingga 18 November 2026. Pelanggan dapat menikmati diskon untuk produk pilihan dari kategori skincare, suplemen kesehatan, dan personal hygiene. Tersedia pula hadiah khusus serta voucher belanja bagi pelanggan yang bertransaksi selama periode pembukaan.
Pelanggan juga dapat memanfaatkan program loyalitas MyGuardian Rewards melalui aplikasi Guardian ID. Program ini menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari pengumpulan poin, voucher, penawaran khusus anggota, hingga promo personal.
Kehadiran gerai di Dukuh Atas memperlihatkan bagaimana kebutuhan kesehatan dan perawatan diri semakin dekat dengan rutinitas mobilitas masyarakat. Aktivitas belanja yang sebelumnya memerlukan waktu khusus kini dapat dilakukan di sela perjalanan, selama produk yang dibutuhkan tersedia di tempat yang mudah dijangkau. (Dok. Guardian)





