Bergelut di Dunia Maskulin

Sempat menjabat sebagai Corporate Secretary, Rima Novianti kini menakhodai Direktorat Komersial PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/Indonesia Port Corporation (IPC). Berkarier di bidang yang didominasi kaum adam, tidak lantas membuat semangat seorang Rima surut. Dia justru menyambut tantangan yang ada. Sejak mulai bekerja di perusahaan ini pada 1999, sepak terjangnya tidak perlu diragukan lagi. Perempuan yang memiliki background di bidang komunikasi, kehumasan dan marketing ini mengaku menyukai pekerjaan yang menantang dibanding bekerja di belakang meja.

 

“Setelah bekerja selama empat tahun sebagai sekretaris, saya merasa harus keluar dari zona nyaman. Ketika itu saya mendapat kepercayaan berkarier di terminal container (anak perusahaan IPC) yang memberi kesempatan langsung bersentuhan dengan core business pelabuhan itu sendiri. Mulai dari situlah belajar memahami bagaimana industri pelabuhan dapat berjalan. Saya sempat pindah dari satu anak perusahaan ke lainnya, kemudian ditarik ke kantor pusat kembali ke bagian komersial. Setelah itu baru akhir Februari 2020 dipercaya untuk membawahi Direktorat Komersial di IPC,” ujarnya kepada Women’s Obsession.

 

Menjabat sejak Maret 2020, perempuan yang satu ini bertekad mempertahankan kinerja positif perusahaan yang telah diraih hingga triwulan 2020. Menjadi seorang pemimpin di masa pandemi seperti sekarang tentu tidak mudah. Pembatasan aktivitas, menurunnya daya beli masyakarat, dan masih banyak lagi, membuat tidak sedikit perusahaan mengalami kerugian. Namun, Rima berhasil membawa IPC bertahan di tengah krisis. Berbagai langkah diambil ibu empat anak ini untuk mempertahankan kinerja perusahaan.

 

Menyadari bahwa pelabuhan adalah sektor vital yang harus terus beroperasi melayani pengguna jasa, Rima memiliki taktik jitu untuk mencegah meluasnya Covid-19 di pelabuhan. IPC memberlakukan Work from Home (WFH) sebagian karyawan dan untuk mempermudah pemetaan apabila salah satu karyawan di sisi operasional terjangkit Covid-19, sistem tiga shift yang digunakan sebelumnya kini tidak lagi digunakan. Karyawan yang mendapat bagian jam kerja pagi akan terus melaksanakan shift tersebut. Begitu juga dengan shift siang dan malam. Jadi, apabila ada karyawan yang positif Covid-19, akan jauh lebih mudah melakukan monitoring siapa saja yang melakukan kontak langsung dengan yang bersangkutan.

 

Selain penyesuaian jam kerja karyawan di masa pandemi, perempuan yang memiliki hobi memasak ini juga tengah menerapkan digitalisasi sistem pembayaran (transaksi) di pelabuhan menjadi cashless dan paperless demi mengurangi tatap muka dan kontak langsung dengan semua pengguna jasa IPC. Berbagai platform yang dibutuhkan untuk mendukung sistem baru ini pun telah dibuat demi mempermudah prosesnya.

 

“Pemetaan dan monitornya jadi lebih mudah, karena yang datang dan pergi ke pelabuhan itu selain dari berbagai daerah di Indonesia juga dari luar negeri. Mereka mengambil dan mengirim barang ke pelabuhan. Interaksi itu yang memang dijaga untuk diminimalisasi. Memang tidak bisa dihentikan, jadi yang kita lakukan adalah preventif dengan melakukan protokol ketat,” tuturnya dengan tegas. Selain menjadi ujung tombak di Direktorat Komersial IPC, Rima juga menjalankan peran sebagai seorang ibu. Membagi waktu untuk bekerja dan keluarga, dirinya selalu berusaha tidak membawa beban pekerjaan ke rumah. Baginya, saat berada di rumah adalah waktu untuk keluarga. Agar tercipta keseimbangan total antara pekerjaan dan keluarga.