Singapore Food Festival 2025 Siap Ajak Selami Petualangan Rasa dan Cerita

Hadirkan Pengalaman Gastronomi dengan Sentuhan Keterhubungan

 

Tidak ada bahasa yang lebih universal selain makanan. Setiap suapan mengingatkan pada tradisi, membawa kedekatan, sekaligus membuka ruang untuk ide-ide baru. Itulah yang dirayakan Singapore Food Festival 2025, gelaran edisi ke-32 yang dimulai pada 4 hingga 24 September dengan tema hangat “Sudah Makan Belum?”.

 

Singapore Food Festival (SFF) 2025 ini menekankan makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga kedekatan, tradisi, dan inovasi yang menyatukan keluarga serta komunitas.

 

Mr. Blake Harris, Direktur Festival sekaligus Managing Director Blake Harris Entertainment (BHE), menyebutkan bahwa SFF bukan sekadar pesta kuliner. “Singapore Food Festival tak sekadar perayaan makanan, tapi juga penghormatan terhadap hubungan yang terbentuk lewat santapan, tradisi yang diwariskan, dan inovasi yang terus membentuk budaya kuliner kita,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, lewat program seperti Food Truck City Tours hingga tiga Signature Events, pengunjung diajak melihat sisi berbeda dari dunia kuliner Singapura yang kaya akan cerita dan kreativitas.

 

 

Tiga Signature Events Paling Dinantikan

SFF 2025 menghadirkan tiga acara utama yang menjadi inti festival, yakni Food is Art, The Long Table, dan Future Food.

 

Food is Art, yang berlangsung 5–6 September di Factory @ New Bahru, memadukan gastronomi dengan mode, desain, dan musik. Pencuci mulut penuh imajinasi karya chef Adriano Zumbo dan Pastry Chef Goh Dah Liang akan disajikan berdampingan dengan karya seni kuliner. Ruang sosial “The Art Lounge” menjadi tempat berkumpulnya pecinta kuliner, kreator, dan penikmat seni dalam suasana industrial-chic. Pengalaman malam ini diperkaya dengan penampilan musisi Singapura, Yung Raja, yang berkolaborasi langsung dengan Chef Zumbo menciptakan menu dessert spesial.

 

Sementara itu, The Long Table yang digelar 12–13 September di Grand Ballroom InterContinental Singapore menonjolkan warisan kuliner dan keramahan. Lima chef ternama dari hotel-hotel IHG menyajikan menu lima hidangan dengan sentuhan unik. Heritage Cuisine Ambassador, Chef Damian D’Silva, turut menghadirkan kreasi khusus untuk acara ini. Lebih dari sekadar makan malam, The Long Table dirancang sebagai pengalaman emosional yang menekankan kebersamaan dan cerita di balik setiap masakan.

 

Future Food, acara paling futuristik, berlangsung 19–20 September di SKAI Loft, Swissôtel The Stamford. Di sini, para tamu diajak membayangkan hidangan masa depan, mulai dari daging hasil lab, protein alternatif, hingga koktail yang diracik menggunakan teknologi AI. Dengan latar langit kota Singapura yang menawan, acara ini menghadirkan atmosfer visioner yang menekankan peran inovasi dalam membentuk pola makan generasi mendatang.

 

 

Festival yang Hidup di Seluruh Kota

Tak hanya terpusat di venue-venue premium, SFF 2025 juga menjangkau masyarakat luas melalui Food Truck City Tours yang hadir dari 18 Agustus hingga 14 September di berbagai titik sibuk kota. Dari pusat bisnis hingga kawasan hunian, tur kuliner ini memudahkan keluarga maupun anak muda menikmati sajian khas SFF.

 

Selain itu, Mise en Place @ Dempsey Hill akan menjadi pusat festival sepanjang 4–24 September. Venue bergaya elegan ini menghadirkan rangkaian pengalaman imersif, mulai dari Zumbo Desserts hingga hidangan berani dari Blue Smoke. Di sini pula pengunjung dapat menemukan instalasi seni “Gastrogeography of Singapore” yang menampilkan koleksi tanaman edible, mengingatkan kembali pada kedekatan manusia dengan alam lewat makanan sehari-hari.

 

 

Ruang untuk Tradisi dan Inovasi

Sebagai bagian dari rangkaian program, pengunjung juga dapat mengikuti A Taste of Time di Chinatown Complex, yang mengisahkan perjalanan hawker centre sebagai bagian penting dari identitas kuliner Singapura. Ada pula Riverside Feast: The Seafood & Spice Chronicles yang menyajikan hidangan laut berasap di tepi promenade sungai. Semua acara ini menunjukkan tradisi berpadu dengan kreativitas baru.

 

Ms. Guo Teyi, Director, Leisure Events, Singapore Tourism Board, menyatakan bahwa edisi kali ini bertepatan dengan perayaan SG60. “Festival tahun ini menghormati warisan kuliner yang kaya sekaligus menampilkan semangat inovatif yang mendefinisikan lanskap gastronomi kita,” katanya. Ia menambahkan bahwa SFF mengubah ruang-ruang kota menjadi titik penemuan, di mana pengunjung bukan hanya mencicipi tetapi juga ikut serta dalam membentuk warisan kuliner untuk masa depan.

 

SFF 2025 tentu menawarkan hal lain selain sajian lezat. Ada ruang untuk edukasi anak-anak mengenai budaya makanan, kesempatan mencicipi kreasi inovatif, hingga waktu berkualitas menikmati suasana kota yang semarak. Dari tur food truck hingga instalasi seni kuliner, pengalaman ini membuka ruang interaksi lintas generasi dengan cara yang menyenangkan.

 

Dengan deretan acara yang beragam, Singapore Food Festival 2025 menghadirkan sesuatu bagi setiap orang. Mulai dari pecinta tradisi hingga penikmat kreasi modern, semuanya bisa menemukan pengalaman yang berkesan. Pada akhirnya, festival ini ingin mengingatkan bahwa makanan adalah bahasa universal yang mendekatkan manusia. (Angie | Dok. Singapore Food Festival)