Menilik Masa Depan Kecantikan Lokal di Indonesia Cosmetic Ingredients 2026 Inisiasi PERKOSMI

 

Dunia kecantikan Tanah Air tidak lagi sekadar tentang tren warna lipstik atau teknik contouring terbaru. Lebih dari itu, industri ini tengah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang masif dengan fokus besar pada inovasi bahan baku dan keberlanjutan.

 

Melihat antusiasme yang kian memuncak, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) kembali menyelenggarakan perhelatan akbar Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) ke-16. Berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di Hall D dan A3 JIExpo Kemayoran, Jakarta, pameran ini menjadi titik temu strategis bagi para pelaku industri untuk membedah masa depan kosmetik di Indonesia.

 

Pertumbuhan industri kecantikan lokal memang sedang ranum-ranumnya. Bayangkan saja, nilai pasar kosmetik Indonesia di tahun 2026 ini diprediksi menembus angka USD 10 miliar. Data BPOM pun mencatat ada sekitar 1.684 industri kosmetik yang kini aktif, di mana mayoritas atau sekitar 85% di antaranya digerakkan oleh industri kecil dan menengah (IKM).

 

Angka-angka ini bukan semata statistik, melainkan bukti nyata bahwa produk lokal semakin dipercaya dan mampu bersaing di panggung global. Inilah yang mendasari ICI 2026 mengangkat tema besar “Innovating the Future of Cosmetic Ingredients: Technology, Safety, and Sustainable Excellence”.

 

Tiga Pilar Masa Depan Kecantikan

Dalam upacara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran petinggi kementerian dan BPOM, Sancoyo Antarikso selaku Ketua Umum PERKOSMI menegaskan bahwa standar kecantikan saat ini telah bergeser ke arah yang lebih tinggi dan etis.

 

"Industri kecantikan saat ini bergerak menuju standar yang lebih tinggi, di mana teknologi, keamanan, dan keberlanjutan menjadi faktor utama dalam pengembangan produk. Melalui ICI 2026, kami mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memimpin inovasi," tutur Sancoyo penuh semangat.

 

Tak hanya soal estetik, aspek keamanan dan spiritualitas melalui sertifikasi halal yang akan diwajibkan pada Oktober 2026 juga menjadi sorotan utama. BPOM pun memberikan dukungan penuh terhadap langkah inovatif yang tetap mengedepankan keamanan konsumen.

 

 

Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed, Ph.D, melalui sambutan videonya menekankan pentingnya sinergi antara teknologi dan riset.

 

"Industri kosmetik saat ini tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk yang efektif dan menarik, tetapi juga harus mampu menjamin keamanan bagi konsumen serta memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan," ungkapnya.

 

Eksplorasi di Innovation Zone dan Formulation Lab

Bagi para beauty enthusiast maupun pelaku usaha, ICI 2026 adalah "taman bermain" yang edukatif. Dengan menghadirkan 98 perusahaan nasional dan internasional yang tersebar di 564 stan, pengunjung bisa menjelajahi berbagai program unggulan.

 

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Innovation Zone yang memamerkan bahan baku masa depan, serta Formulation Lab. Di sini, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana sebuah produk kosmetik diracik dengan presisi, menggabungkan sains dan keindahan dalam satu botol kemasan.

 

Targetnya tak main-main, lebih dari 15.000 pengunjung diharapkan memadati area pameran selama tiga hari penyelenggaraan. Harapannya satu, agar kosmetik Indonesia tidak hanya menang di "rumah sendiri" secara kuantitas, tapi juga unggul secara kualitas yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan perempuan Indonesia masa kini. Apakah kita sudah siap menyaksikan bahan ajaib baru apa lagi yang akan ada di dalam skincare favorit tahun depan? (Foto: Dok. Perkosmi)