Berbisnis Dengan Hati

Nabilah Afifah O’Brien, Owner Cheona Skincare

Di usia yang masih muda, Nabilah Afifah telah merasakan asam garam menjadi seorang pengusaha. Mendirikan perusahaan skincare berlabel ‘Cheona’, perempuan berusia 24 tahun ini tidak ingin menjalankan bisnisnya setengah-setengah. Dia selalu mendedikasikan diri untuk usaha yang dirintisnya dari nol ini. Berbisnis menggunakan hati, Cheona berhasil menarik minat kaum Hawa, meskipun brand ini terbilang masih baru. Memiliki hobi berjualan sejak lama, melalui Cheona perempuan yang hobi traveling ini juga bercita-cita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya.

 

Apakah yang menginspirasi lahirnya brand Cheona?

Saya orang yang memang tidak bisa dan tidak suka menggunakan makeup. Jadi, saya percaya bahwa kesehatan kulit adalah yang utama. Awalnya, saya hanya sharing dengan followers saya dan banyak yang bertanya produk apa saja yang saya gunakan untuk perawatan wajah. Sejak remaja saya memang rajin menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat wajah dan tubuh dengan racikan turun-temurun dari nenek hingga ibu saya. Hal tersebut menginspirasi saya untuk berbagi rahasia perawatan wajah.

 

Dengan cara meracik dan membuat formula yang lebih terstandarisasi bekerja sama dengan seorang apoteker. Salah satu kandungan yang saya gunakan adalah beras, karena memang manfaatnya sangat bagus untuk kulit wajah. Cheona merupakan rebranding dari merek pertama saya yaitu, Chenoa. Nama Cheona memiliki makna Gods Blessing dan Positive Journey. Jadi, nama tersebut merupakan sebuah doa untuk keberlangsungan usaha ini.

 

Tantangan terbesar mengembangkan bisnis ini?

Salah satu kendala selama membangun Cheona adalah bisa memenuhi permintaan pasar yang sangat besar. Tidak hanya terbatas pada kuota produksi di pabrik, tapi juga website yang kerap kali mengalami down, karena permintaan membludak. Termasuk aplikasi yang kami buat sendiri dan aplikasi yang bekerjasama dengan pihak luar. Hal tersebut terjadi, karena pernah dalam satu waktu open order yang masuk itu hingga puluhan ribu pesanan. Tantangan yang kedua adalah membuat kemasan yang tentunya ramah lingkungan.

 

Pengalaman menarik selama menjalankan Cheona?

Dari awal Cheona dibangun, saya murni menggunakan, tenaga, dan pikiran saya sepenuhnya untuk para customer Cheona yang selama ini saya panggil dengan sebutan ‘Che Babies’. Salah satu pengalaman menariknya saya tidak menggunakan reseller, karena untuk menjaga mutu produk itu sendiri dan personal touch kepada ‘Che Babies’ merupakan hal utama bagi kami. Saya mempunyai prinsip harus bisa berinteraksi langsung dengan mereka dan kehangatan itulah yang perlu terus saya bina.

 

The next big thing yang akan dilakukan ke depannya?

Saya tidak mau bisnis ini berhenti di titik ini saja dengan hanya menjadi online shop. Suatu saat nanti saya mesti memiliki store sendiri, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, saya juga mau membuat bisnis ini menjadi ramah lingkungan di semua lini, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan di sekitar kita.