Jadi Tuan Rumah Di Indonesia

Ria Sarwono, Co-Founder CottonInk

Menjalani bisnis bersama orang terdekat menjadi pilihan dua perempuan bertalenta, Ria Sarwono dan Carline Darjanto. Lewat bisnis fashion berlabel Cotton Ink, keduanya berhasil membuat karya yang menempati hati para penyuka fashion di Tanah Air. Bermula dari media sosial pada satu dekade silam, menjadi ‘tuan rumah’ di Indonesia merupakan obsesi keduanya. Untuk merealisasikan hal tersebut, membuka lebih banyak gerai terlebih di luar Jakarta adalah hal besar yang akan dilakukan.

 

Apa yang menginspirasi Lahirnya Cotton Ink?

 

Cotton Ink didirikan pada tahun 2008. Saat itu saya dan Carline baru lulus kuliah. Bermodalkan keberanian, tujuan kami awalnya ingin mencari uang tambahan, karena saat itu saya hanya bekerja sebagai guru piano. Akhirnya tercetuslah untuk membuat printed  -shirt yang kami beri label Cotton Ink.

 

Tapi, jika ditanya dari mana inspirasi kami saat ini, jawabannya adalah selalu dari perempuan Indonesia. Produk awal Cotton Ink, yaitu printed t-shirt sangat simpel. Hanya t-shirt putih dengan printed wajah Obama. Kala itu kami memasarkannya melalui Facebook dan Blogspot, tahun 2008 semua orang main Facebook seperti sekarang tak lengkap jika orang tidak menggunakan instagram. Kami melihat peluang menggunakan media sosial yang memang familiar.

 

Tantangan yang dihadapi dalam membesarkan bisnis ini?

 

Sangat banyak tantangannya, pertama dari internal sendiri bagaimana membangun tim yang solid. Menurut kami berdua ketika punya bisnis, maka tulang punggungnya harus kuat dan itu adalah tim kami. Kedua, yakni tantangan dari bagian produksi. Dari segi marketing pun pasti ada tantangan tersendiri, karena tidak bisa dipungkiri pemain ready to wear fashion makin banyak, baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Pengalaman paling menarik selama menjalankan Cotton Ink?

 

Setiap kolaborasi menurut saya adalah pengalaman menarik, karena berarti menggabungkan dua ide. Dari sisi kolabolator pasti bersemangat dengan banyaknya ide dan kami harus bisa memfasilitasinya. Tujuannya semua adalah untuk customer. Salah satu yang paling menarik, yakni tahun lalu saat merayakan satu dekade Cotton Ink, kami berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati, Raisa Andriana, Dian Sastro, dan Vanesha Prescilla. Tidak hanya selebritas, kami juga berkolaborasi dengan desainer, seperti Dian Pelangi dan terbaru bersama Ria Miranda.

 

The next big thing yang akan dilakukan untuk Cotton Ink?

 

Ingin menjadi tuan rumah di negara sendiri, karena menurut saya tidak ada yang lebih membanggakan dibandingkan dengan dikenal di Indonesia. Saya percaya ketika sudah menjadi tuan rumah, untuk skala internasional juga akan mengikuti. Saat ini Cotton Ink hanya ada di Jakarta, sementara Indonesia negara yang luas. Kami masih ingin memperkenalkan Cotton Ink ke wilayah lain di luar ibu kota.