Khofifah Indar Parawansa: Tingkatkan Sumber Daya dan Pendidikan Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur

Berkarier sebagai wakil rakyat sejak puluhan tahun silam, Khofifah Indar Parawansa telah menghadapi berbagai tantangan dan sukses melewatinya hingga saat ini. Menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah mencatatkan kinerja positif dengan membawa berbagai perubahan dan inovasi.

 

Berkat kerja kerasnya, dia pernah dianugerahi penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia Pertanian. Tidak tanggung-tanggung, penghargaan yang sangat prestisius tersebut ditetapkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan diberikan untuk sosok-sosok yang berkontribusi besar pada sektor pertanian. Kinerja Khofifah dalam bidang pertanian pun sudah terangkum dalam program kerja Nawa Bhakti Satya, yakni Jatim Sejahtera dan Jatim Agro.

 

Capaian ini juga dibuktikan dengan Nilai Tukar Petani (NTP) kota saat Maret 2023 lalu yang mengalami kenaikan 0,41%, dibandingkan bulan sebelumnya, yakni Februari. Tidak hanya itu, berdasarkan data BPS 2023, jumlah populasi Sapi Potong di Jatim tahun 2022 mencapai 5.070.240 ekor dan merupakan tertinggi nasional. Demikian pula untuk Sapi Perah di Jatim tahun 2022 sebanyak 314.385 ekor dan juga tertinggi nasional.

 

Di bawah kepemimpinannya, Pemprov Jawa Timur menjadi satu-satunya di Indonesia yang mampu memberikan dukungan pendanaan pada kelompok tani perkebunan. Di sana, dana bergulir yang dimanfaatkan sebesar hampir Rp40 miliar yang digunakan untuk mewujudkan Jatim Agro.

 

 

Baca Juga:

Retno Marsudi: Aktifkan Kembali Mekanisme Bilateral

Lisa Yulia: Dari Karyawan Menjadi Young Entrepreneur Sukses

 

 

Di sisi lain, berdasarkan Data BPS yang dipublikasikan pada 17 Juli 2023 lalu, periode September 2022 hingga Maret 2023, persentase penduduk miskin Jawa Timur turun 0,14% poin dari 10,49% pada September 2022 menjadi 10,35% pada Maret 2023. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 47,7 ribu jiwa, dibandingkan September 2022.

 

Demikian juga dengan angka kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data paparan Sestama BPS dan Deputi PMK pada Forum Konsolidasi Nasional Upaya Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrem 2023-2024, Pemprov Jatim berhasil signifikan menurunkan kemiskinan ekstrem. Melalui berbagai upaya penurunan kemiskinan ekstrem yang dilakukan Pemprov Jatim, kemiskinan ekstrem kembali menurun hingga September 2022 menjadi 1,56%.

 

Selain memerhatikan lini pertanian dan fokus menekan penurunan angka masyarakat miskin di Jawa Timur, Khofifah juga menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan. Baginya, jika ingin Indonesia dan Jawa Timur maju, maka ilmu harus menjadi komitmen yang dipegang teguh oleh banyak pihak terkait.

 

Tidak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa harus ada ekosistem yang dipersiapkan untuk mewadahi inovasi, kompetisi, serta talenta Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Air. Jika hal tersebut terpenuhi, maka diharapkan segala fasilitas dapat dimanfaatkan dengan lebih luas.

 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dibukanya cabang King’s University College London di Singosari, Kabupaten Malang. Kehadiran kampus tersebut, akan menjadi batu loncatan kemajuan dalam pendidikan tinggi di Jatim. Tidak hanya menghadirkan wadah pendidikan untuk generasi penerus, Pemprov Jatim juga memberikan beasiswa untuk Marhalah Ula (M1) Ma’had Aly Tahun 2023. Kuota untuk masing-masing 15 mahasiswa di 19 Ma’had Aly di Jatim, sedangkan, S1 di Universitas Al Azhar Kairo Mesir, sebanyak 30 mahasiswa.