Menstruasi adalah bagian tak terpisahkan dari kodrat perempuan. Sayangnya, topik ini masih sering dibalut keheningan dan dipandang sebelah mata. Bayangkan, satu dari empat anak perempuan di Indonesia menyambut menstruasi pertamanya tanpa bekal informasi apa pun. Perasaan bingung dan takut kerap mendominasi masa-masa yang seharusnya menjadi fase transisi indah menuju kedewasaan.
Bagi para ibu yang sedang membesarkan anak perempuan, entah yang masih berada di usia emas kanak-kanak maupun yang sudah mulai menginjak bangku SMA, memastikan mereka siap menghadapi fase pubertas ini adalah sebuah tanggung jawab emosional yang krusial.
Ancaman di Balik Minimnya Akses Sanitasi
Realitas di lapangan rupanya menyimpan tantangan yang jauh lebih besar. Di berbagai daerah dengan fasilitas terbatas, mahalnya produk sanitasi membuat banyak remaja terpaksa menggunakan kain bekas tanpa proses pencucian yang higienis. Praktik ini jelas berisiko tinggi memicu infeksi dan mengancam kesehatan reproduksi mereka di masa depan.
Kondisi ini semakin memilukan saat temuan UNESCO menyebutkan bahwa keterbatasan akses terhadap kebutuhan menstruasi menjadi salah satu alasan utama jutaan remaja perempuan di dunia terpaksa putus sekolah. Menstruasi ternyata bukan sekadar urusan kebersihan tubuh, melainkan juga menyangkut jaminan masa depan dan martabat seorang perempuan.
Gerakan HER WAY untuk Menghapus Stigma
Menjawab keresahan mendalam ini, Kimberly-Clark Softex Indonesia mengambil langkah nyata dengan menggandeng Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation. Bertepatan dengan momen Hari Kebersihan Menstruasi, mereka memperkuat inisiatif HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman). Program ini membawa misi pendampingan menyeluruh bagi perempuan di setiap fase kehidupan, mulai dari masa pubertas hingga perjalanan awal menjadi seorang ibu.
Head of Communications and Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, Febrina Herlambang, menuturkan bahwa kemitraan lintas sektor merupakan kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Beliau menegaskan perluasan akses edukasi dan kesehatan ibu akan sangat membantu perempuan Indonesia untuk hidup jauh lebih sehat dan tampil percaya diri. Langkah kepedulian ini juga diwujudkan melalui donasi produk popok Sweety dan pembalut Softex kepada beragam komunitas.
Senada dengan semangat tersebut, Laura Brye, Senior Program Specialist Global Health Asia Region dari Project HOPE, menyampaikan keyakinannya. Laura meyakini bahwa edukasi yang suportif dan kemudahan akses sanitasi mampu menciptakan lingkungan yang inklusif sekaligus mendongkrak kualitas kesehatan perempuan secara keseluruhan.
Merangkul Tubuh Lewat MENSTRU-WISE
Tahun ini, inisiatif HER WAY tampil semakin kuat dengan mengusung semangat "Dignity for Every Mother" dan meluncurkan kampanye MENSTRU-WISE (Smart About Period, Wise About Health). Kampanye ini mengajak para perempuan muda untuk lebih peka merangkul perubahan pada tubuh mereka, berani mewaspadai gangguan hormonal, hingga sadar akan pentingnya menjaga kesejahteraan emosional saat menstruasi.
Presiden Direktur Kimberly-Clark Softex Indonesia, Fannie Zhang, menambahkan bahwa penghapusan stigma membutuhkan sinergi yang solid agar setiap perempuan mendapatkan akses pengetahuan dan dukungan yang layak.
Misi mulia ini tidak hanya berhenti pada wacana. Berbagai aksi lapangan telah digerakkan, mulai dari kelas persiapan ibu di puskesmas hingga pelibatan anak-anak remaja melalui program Health Heroes Goes to School di belasan Sekolah Menengah Atas.
Dipandu langsung oleh RISE Foundation, program berdurasi dua tahun yang difokuskan di wilayah Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi ini menempatkan remaja sebagai agen perubahan utama di lingkungan mereka. Targetnya sungguh inspiratif, yakni menjangkau 220.000 remaja perempuan dan membawa dampak positif bagi lebih dari satu juta perempuan Indonesia. Bersama-sama, kita bisa membangun ekosistem yang aman agar anak-anak perempuan kita tumbuh menjadi generasi yang berdaya. (Dok. Istimewa)





