Di dunia aesthetic modern, pasien tidak lagi hanya mencari treatment yang “viral”, tetapi treatment yang memberikan hasil nyata dengan downtime minimal dan hasil yang natural. Di tengah berkembangnya teknologi RF microneedling, salah satu nama yang semakin banyak dibicarakan oleh dokter aesthetic dunia adalah Potenza RF Microneedling dari Jeisys Medical. Teknologi ini berasal dari Korea Selatan, yang dikenal karena fleksibilitas parameter, kombinasi monopolar dan bipolar RF, serta kemampuan personalisasi treatment yang tinggi.
Potenza RF Microneedling adalah teknologi RF microneedling yang menggabungkan micro-needle dengan energi radiofrequency untuk menstimulasi collagen remodeling langsung di lapisan dermis kulit. Berbeda dengan microneedling biasa yang hanya mengandalkan wound healing response, Potenza menambahkan thermal effect dari energi RF sehingga stimulasi kolagen menjadi lebih optimal. POTENZA dapat digunakan untuk acne scars, enlarged pores, skin tightening, tekstur kulit, fine lines, redness, hingga overall skin rejuvenation.
Pemaparan mengenai Potenza tersebut disampaikan dalam acara I-tech Conference of Aesthetic Technologies (ICAT) 2026 yang berlangsung di She La Vie Grand Ballroom, Alam Sutera, pada 11 Juni 2026. Sebelum seminar, digelar konferensi pers yang dihadiri oleh dr. Woo Cheong Ha dan dr. Kang Mi Ji dari Korea Selatan, serta tiga dokter asal Indonesia yaitu dr. Chen Ik Cen, M.Biomed., AAM, dr. Yuri Yogya, Sp.DVE, dan dr. Ruri Diah Pamela, Sp.DVE, FINSDV, FAADV.
Banyak Dokter Mulai Melirik Potenza
Salah satu keunggulan utama l Potenza adalah kemampuannya menyesuaikan treatment berdasarkan kondisi kulit pasien. Teknologi ini memiliki monopolar & bipolar RF, 1 MHz dan 2 MHz frequency, memiliki erbagai jenis tip sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi pasien, real impedances yang memastikan keamanan traetmen, pengaturan depth yang fleksibel. Dengan berbagai fitur tersebut, dokter dapat membuat treatment lebih customized untuk setiap concern pasien.

Co-Founder & Medical Director Dr’s Clinique Jakarta dr. Johan Siegar memaparkan, “Potenza menjadi salah satu teknologi yang menarik perhatian saya, karena dikembangkan oleh Jeisys, perusahaan estetika medis terkemuka dari Korea Selatan yang telah dikenal luas atas inovasi dan kualitas produknya. Sebagai perangkat RF microneedling, Potenza menawarkan keunggulan melalui empat mode radiofrekuensi, yaitu monopolar dan bipolar pada frekuensi 1 MHz dan 2 MHz. Kombinasi teknologi ini memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam menyesuaikan treatment sesuai kebutuhan dan kondisi kulit setiap pasien, sehingga hasil terapi dapat lebih optimal dan personal.”
Selain didukung teknologi yang lengkap, menurutnya, Potenza juga memberikan pengalaman perawatan yang nyaman bagi pasien. Dalam 2 hingga 3 bulan sejak digunakan di klinik kami, respons dan antusiasme pasien sangat positif. Hasil perawatan yang terlihat pada kontrol 1 sampai 2 bulan, setelah tindakan menunjukkan perbaikan yang memuaskan, baik dari segi kualitas maupun kondisi kulit. Tingkat kenyamanan selama prosedur juga menjadi nilai tambah, karena pasien umumnya merasakan treatment yang relatif nyaman dengan rasa tidak nyaman yang minimal.
“Salah satu alasan saya memilih Potenza karena berbagai masalah kulit yang dialami masyarakat membutuhkan penanganan yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman. Potenza menggabungkan teknologi RF microneedling dengan berbagai pilihan tip, level energi, dan kedalaman jarum yang dapat saya sesuaikan dengan kondisi kulit setiap pasien. Dengan fleksibilitas ini, saya dapat memberikan treatment yang lebih personal berdasarkan tekstur kulit, tingkat hidrasi, serta kebutuhan spesifik masing-masing individu, sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih optimal,” ungkap dr. Chen Ik Cen selaku Founder & Director Chen Clinic Aesthetic, Jakarta.
Ia berpendapat salah satu keunggulan terbesar Potenza adalah fitur keamanannya. Teknologi insulated needle atau jarum berinsulasi membantu mengontrol penghantaran panas. Sehingga energi RF dapat bekerja lebih aman dan nyaman, terutama untuk kulit Asia yang cenderung lebih rentan mengalami hiperpigmentasi. Selain itu, Potenza juga dilengkapi teknologi Pumping Tip dengan sistem tekanan vakum yang membantu penghantaran produk ke dalam kulit secara lebih merata dan presisi. Teknologi ini memungkinkan penyerapan produk menjadi lebih optimal, sehingga hasil perawatan dapat terlihat lebih maksimal.

Minim Downtime, Maksimal Comfort
Potenza dirancang untuk memberikan pengalaman treatment yang lebih nyaman dibandingkan RF microneedling generasi lama. Menurut Jeisys, sistem ini dibuat dengan pendekatan “comfort-first protocols” untuk mengurangi stress pada kulit dan membantu mempercepat recovery. Hal ini menjadi nilai penting terutama bagi pasien modern yang ingin hasil optimal tanpa downtime panjang.
Salah satu fitur paling menarik dari Potenza adalah patented Pumping Tip. Teknologi ini membantu meningkatkan penetrasi topical ingredients hingga 67% lebih dalam ke kulit setelah treatment. Karena itu, Potenza sering dikombinasikan dengan Exosome, DNA salmon, growth factor, PRP, serta customized serum lainnya. Konsep ini membuat treatment tidak hanya fokus pada collagen stimulation, tetapi juga transdermal delivery enhancement.
RF microneedling umumnya menjadi favorit di Asia, karena relatif aman untuk berbagai skin types jika dilakukan dengan parameter yang tepat. Potenza sendiri dirancang untuk berbagai Fitzpatrick skin type dan memiliki opsi insulated maupun semi-insulated needle untuk membantu meminimalkan thermal injury pada epidermis. Namun, seperti semua energy-based devices, hasil dan keamanan sangat bergantung pada pengalaman practitioner serta pemilihan parameter yang sesuai. (ES | Foto: Potenza)




