SBY Art Community (SAC) menghadirkan seniman muda: Koelo Maryam, Guntur Wibowo dan La Ode Umar Arsuria dengan moderator Gie Sanjaya yang juga bertindak sebagai kurator dalam kegiatan ini. Pada acara ARTIST TALK kedua yang merupakan rangkaian pameran lukisan dengan tema Art for Peace and a Better Future: Collaboration berlangsung di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki Jakarta,
Pameran ini merupakan acara kedua dari SBY Art Community (SAC) yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke-499 yang akan berlangsung sampai 30 Agustus 2026.
Tema perdamaian menjadi pemantik kedua pameran SAC ini. Pada tahun kedua ini berawal dari keresahan akan isu perdamaian global, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan founder dari SBY Art Community (SAC) menantang 20 anggota untuk berkolaborasi dalam satu kanvas untuk mencetuskan keresahan dan harapan akan perdamaian bagi semua.

“Dari ide gagasan Pak SBY, lalu itu kita buatkan atau kita ilustrasikan dengan media gambar yang kita diskusikan dari empat institusi dari Jakarta, Bandung, Solo dan Jogja, termasuk seniman independen. Banyak ide gagasan yang muncul. kemudian kita membuat sketsa. Kita terbuka atas teknologi AI yang membantu kita dalam mencetuskan konsep perdamaian”, ungkap Guntur Wibowo yang juga merupakan anggota tim pelaksana Pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration ini.
Menanggapi teknologi AI dalam penciptaan karya, Gie Sanjaya, kurator pameran ini berpendapat: “Teknologi berkembang cepat di semua sektor, termasuk di dunia visual artistik. Terkait pemanfaatan AI di seni lukis, pada saat awal mind mapping dapat menggunakan AI. Selanjutnya ada goresan tinta, mix colour, dan lainnya yang tetap harus dikerjakan sendiri oleh seniman. Jadi, hasil AI masih harus diolah manusia”. Seniman muda lainnya seperti La Ode Umar Arsuria dan Koelo Maryam juga tidak menampik pergerakan teknologi AI sebagai wadah diskusi selanjutnya semua karya adalah goresan, warna dan tuangan seni cerminan rasa dari masing masing seniman.
Pameran Art For Peace And A Better Future: Collaboration, didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kornfeld Galerie Berlin, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta sejumlah mitra seni dan budaya. Dukungan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat seni rupa internasional. (ES | Foto: Istimewa)





