Pantang Mundur di Tengah Pandemi

Jully Bunnara, Direktur Nara Park

 

Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda Tanah Air dan masyarakat dunia, Women’s Obsession bertandang ke Nara Park Bandung yang asri berlokasi tak jauh dari pusat kota, di kawasan perbukitan Rancabentang, Bandung Utara. Udara segar yang menyejukkan jiwa pun meresap menenangkan tubuh kami yang tengah kelelahan dan jenuh setelah berbulan-bulan ‘terkurung’ akibat Work from Home (WFH). Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk memakai masker dan telah menjalani tes PCR, kami berkunjung ke sini bersilaturahmi dan berbincang-bincang dengan Jully Bunnara, sang direktur dari Nara Park.

 

Tak disangka ketika memasuki pusat culinary leisure seluas 6000 meter persegi berkonsep outdoor yang menyatu dengan alam ini ternyata tidak sepi pengunjung. Kami melewati bangunan bernuansa heritage dan kayu semi outdoor dengan titian tangga unik dan spot instagenic. Di taman rumput nan asripenuh pepohonan seluas 1800 meter persegi tampak orang berkelompok-kelompok dengan jumlah terbatas, menikmati makanan dan minuman sambil duduk di bantal besar warna-warni. Mereka terlihat rileks dan bahagia bisa aman bersantai di area dengan garden view bak di pedesaan nan hijau.

 

 

“Saya bersyukur sejak awal berdiri konsep restoran di sini memang sudah open space tidak memakai AC dan ternyata bisa menjadi tempat bersantai yang pas di tengah pandemi Covid-19. Kami tentunya mengikuti peraturan pemerintah harus membatasi jumlah pengunjung dan menjalankan 3M, yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak. Virus ini memang harus diberantas bersama-sama, sambil kita berusaha keras mengupayakan agar perekonomian bangsa bisa terus berjalan dan berbagai usaha tidak mati,” ujar Jully dengan nada bersemangat membuka pembicaraan dengan Women’s Obsession. Meskipun bisnisnya terkena dampak akibat wabah Covid-19, dia masih merasa beruntung tetap bisa menjalankan usaha food & beverage miliknya dan bertekad tidak akan menyerah terhadap situasi yang tidak mudah ini.

 

BACA JUGA:

dr. Ayu Widyaningrum: Tetap Bersinar Selama Pandemi

Airin Rachmi Diany: Legacy Kebaikan dan Kemaslahatan

 

BERUSAHA BERTAHAN

Para pengunjung di Nara Park hingga kini masih ‘dimanjakan’ dengan sajian aneka kafe dan restoran yang hadir dengan beragam pilihan hidangam, serta keunikan masing-masing hingga suguhan kopi terbaik dan minuman-minuman segar menyehatkan. Berbagai variasi menu alternatif dari makanan Indonesia, western, Japanese, American, dan lainnya bisa dipilih oleh para tamu. Tempat yang berpemandangan indah ini memang cocok bagi siapa saja yang membutuhkan ketenangan dan refreshing dari segala kepenatan hiruk pikuk kota besar.

 

Fasilitas yang ditawarkan Nara Park pun sangat beragam, mulai dari Wi-fi, valet parking, mushola, wheel chair, kids playground, bean bag, co-working spacenursery room dan lainnya. Termasuk taman-taman instagramable yang unik dan di salah satu sudutnya bahkan ada replika pesawat terbang yang bisa dijadikan spot berfoto ciamik. Ada pula tiga meeting room, yaitu Peony berkapasitas 50 orang, Lavender untuk 30 orang, dan terakhir yang lebih besar adalah Grand Sakura.

 

Selain itu, tersedia pilihan lainnya, yaitu dua garden yang umum digunakan untuk acara pernikahan, event, maupun gathering. Jully berkata, “Tiga bulan pertama sejak pandemi Covid-19 tempat ini sempat tutup dan tebersit rasa khawatir akan kesanggupan kami yang ada batasnya. Untungnya di bulan keempat kami mulai buka lagi, sehingga kami bisa lebih tenang. Pemerintah juga sudah mengambil tindakan membangun ekonomi masyarakat dan bisnis bisa berjalan kembali dengan peraturan protokol kesehatan yang harus dijaga dengan ketat. Namun, enam bulan kemudian dengan berat hati kami terpaksa harus merumahkan seperempat karyawan, dengan komitmen ketika situasi sudah membaik akan diaktifkan kembali.”

 

 

Sebagai resolusi 2021 terhadap bisnisnya, dia kemudian mengharuskan seluruh tim maupun karyawannya untuk mengedepankan gaya hidup digital. Pola lama mesti ditinggalkan agar tetap bisa mempertahankan perusahaan ke depannya yang memang akan semakin serba digital. Apalagi, dampak wabah Covid-19 terhadap berbagai hal meskipun vaksin sudah ditemukan, tentunya tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Mengingat Indonesia memiliki penduduk yang cukup banyak dan wilayahnya sangat luas dipenuhi dengan kepulauan-kepulauan. Diperlukan waktu lebih lama untuk kita semua kembali ke situasi norma seperti dulu lagi.

 

“Saya berprinsip kami harus terus belajar beradaptasi dan menambah pengetahuan di situasi seperti ini. Itulah sebabnya, berkolaborasi dengan generasi muda supaya tidak ketinggalan zaman tetap saya giatkan. Demi menciptakan sesuatu yang berbeda dan bisa bersaing dengan para kompetitor. Kami baik yang tua maupun muda saling support dan sharing termasuk memecahkan berbagai permasalahan bersama-sama. Kaum muda menyumbangkan ide, kreativitas, dan inovasi, lalu yang lebih tua memberikan pengalaman, wisdom, maupun kesabaran, agar kami tetap tangguh bisa bertahan dalam kesulitan ini,” lanjut ibu yang memiliki satu putra dan satu putri ini dengan optimis. Elly S | Fikar A/Dok. Pribadi

 

Baca artikel selengkapnya di majalah cetak dan digital edisi Februari 2020.